Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines Sri Mulyani Pamer Candi Borobudur dan Prambanan, Saat Membuka IDA

Sri Mulyani Pamer Candi Borobudur dan Prambanan, Saat Membuka IDA

 

 

Sketsanews.com, YOGYAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka pertemuan asosiasi pembangunan internasional (International Development Association:IDA) di Hotel Hyatt Yogyakarta. IDA merupakan bagian dari kelompok Bank Dunia untuk membantu dana pada negara miskin.

Dikutip dari Okezone, Dikuti Sebanyak 70 negara donor dan penerima donor hadir dalam kesempatan itu. Pertemuan selama dua hari itu menindaklanjuti strategi IDA18 menuju target pencapaian 2030 sebagaimana tema global yang diusung, yakni Toward 2030: Investing in Growth, Resilience and Opportunity.

Tema yang dibahas itu meliputi lima hal, mulai dari economic transformation and jobs; governance and institution building; climate change; gender equality; dan fragility, conflick and violence.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyisipkan objek wisata heritage, yakni Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Kedua candi yang merupakan peninggalan sejarah umat Hindu (Candi Prambanan) dan Budha (Candi Borobudur) sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Ada wisata sejarah Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang masih terawat dengan baik hingga saat ini,” katanya pada para peserta yang sebagian besar berasal dari mancanegara, Rabu (14/12/2016).

Di sela-sela pertemuan, dia meminta agar para peserta berkunjung ke tempat wisata tersebut. Jarak tempuh kedua lokasi juga tidak jauh dari hotel, tempat pertemuan ini berlangsung.

Sri Mulyani mengatakan, ada sekitar 80 negara miskin di dunia yang perlu mendapatkan sokongan dana. Negera miskin itu mengalami berbagai kondisi seperti konflik yang membuat penduduknya mengungsi, hingga menurunnya komuditi yang terjadi pada negara tersebut.

IDA merupakan salah satu institusi dalam kelompok Bank Dunia yang memiliki misi membantu negara dalam kategori least developed countries (LDCs) dengan memberi hibah maupun pinjaman jangka panjang (30-40 tahun) dan tidak berbunga atau bunga rendah.

Para donor IDA dan wakil dari negara peminjam bertemu dalam tiga tahunan membahaa kebijakan kedepan, termasuk penambahan modal pada IDA (IDA Replenishment) yang berlaku tiga tahun.

Pembiayaan IDA mencakup banyak hal, mulai dari pendidikan dasar, layanan kesehatan primer, air bersih dan sanitasi, pertanian, perbaikan iklim usaha, infrastruktur, dan reformasi birokrasi. IDA bermitra dengan berbagai pihak, termasuk organisasi multilateral, kementerian, analisis kebijakan, swasta, yayasan baik global maupun nasional.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: