Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Teroris Adel Habara Jalani Hukum Gantung di Penjara Kairo

Teroris Adel Habara Jalani Hukum Gantung di Penjara Kairo

Adel Habara

Sketsanews.cm, Kairo – Pemerintah Mesir, Kamis (15/12/2016), menggelar eksekusi mati terhadap seorang teroris yang terlibat dalam serangan bersenjata terhadap polisi di semenanjung Sinai, tahun 2013 silam.

Dilaporkan media setempat, teroris bernama Adel Habara digantung di sebuah penjara di Kairo, beberapa hari setelah pengadilan banding menguatkan hukuman mati yang dijatuhkan kepada dia.

Habara dinyatakan terbukti terlibat dalam penembakan yang menewaskan 25 polisi. Serangan itu terjadi beberapa hari setelah polisi membunuh ratusan pengunjuk rasa di Kairo.

Pengunjuk rasa yang tewas adalah mereka yang melontarkan protes atas kudeta militer dan penangkapan Presiden Mohamed Morsi.

Eksekusi mati atas Habara ini pun dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah serangan teror di sebuah gereja di Kairo.

Diberitakan AFP, peristiwa itu kembali melahirkan tekanan publik terhadap pemerintah agar para terpidana terorisme segera dieksekusi mati.

Serangan di Kairo yang baru lalu diklaim oleh kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sebagai perbuatan mereka.

Selama ini, teroris ISIS mengalirkan ancaman di kawasan Sinai dan telah menelan ratusan korban jiwa. Mereka yang tewas tak hanya polisi, namun juga anggota militer. Serangan itu terjadi sejak Morsi digulingkan dari jabatannya.

Kini, pengadilan di Mesir telah menjatuhkan hukuman mati terhadap ratusan teroris. Jumlah tersebut tercapai dalam hitungan tiga tahun.

Namun, banyak di antara terdakwa dalam perkara itu, termasuk Morsi, mengajukan banding dan kemudian memenangi proses peradilan.

Kondisi itu telah menyebabkan kelompok garis keras pemerintah menjadi frustasi.

Dikutip dari Kompas, Habara menjadi salah satu simbol yang menandakan betapa lambatnya proses banding peradilan tindak pidana terorisme.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang menggantikan Morsi, mengeluarkan perintah agar proses persidangan perkara terorisme dipercepat, setelah muncul kasus serangan bom mobil terhadap jaksa tinggi Mesir di tahun 2015.

Habara adalah terpidana mati kedelapan dieksekusi setelah penggulingan Morsi.
(Wis)

%d blogger menyukai ini: