Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Disnakertranduk Jatim Kecolongan Masuknya Tenaga Kerja Asal Tiongkok

Disnakertranduk Jatim Kecolongan Masuknya Tenaga Kerja Asal Tiongkok

tenaga kerja:ilustrasi

Sketsanews.com, Surabaya – Ratusan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok diduga dipekerjakan PT Wouhan di pabrik Amoniak Urea II milik PT Petrokimia Gresik.

Mereka diduga melanggar peraturan ketenagakerjaan di Jatim, karena tidak memiliki keahlian khusus, melainkan sebagai tenaga kerja kasar. Pemprov dinilai kecolongan atas keberadaan mereka.

Kadisnakertransduk Provinsi Jatim Sukardo kepada wartawan mengaku sudah mendapat informasi terkait hal tersebut dan pihaknya juga sudah memerintahkan petugas pengawas ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti di lapangan.

“Kalau dilihat dari foto dan informasi yang saya terima, tenaga kerja kasar dari China seperti itu seharusnya tidak boleh karena tidak termasuk dalam ketentuan pekerja asing yang boleh dipekerjakan di era MEA,” tegasnya.

Syarat TKA bekerja di Jatim era MEA di antaranya harus bisa berbahasa Indonesia, memiliki keahlian khusus (spesialisasi) dan bekerja di level middle management (tingkat manajer ke atas).

‪Ia tidak memungkiri dari 3.460 TKA yang terdaftar masuk ke Jatim, sebanyak 40 persen berasal dari Tiongkok.

Mereka tersebar di kawasan Industri yang ada di ring satu seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan. “Pelanggaran terbanyak TKA di Jatim adalah masuk dengan visa kunjungan wisata, tapi disalahgunakan untuk bekerja. TKA yang terdaftar itu masuk ke Jatim atas izin perusahaan yang mempekerjakan,” ungkapnya, seperti dilansir dari beritajatim.com

‪Sementara itu, tim pengawasan orang asing Jatim terus menyelidiki keberadaan sekitar 150 turis asing yang masuk ke Surabaya. Visa kunjungan mereka sudah habis, namun sampai saat ini belum terdata kembali ke negara asalnya.

“Menurut data dari keimigrasian, ada sekitar 150 sampai 200 orang turis asing masuk ke Surabaya menggunakan visa kunjungan wisata,” ungkap Wagub Jatim Gus Ipul.

Gus Ipul menerangkan, dirinya dua minggu lalu rapat dengan Kanwil Kemenkumham Jatim. Dari rapat tersebut, ada informasi bahwa sekitar 150-200 orang warga negara asing yang masuk ke Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda.

“Kalau masuk ke Surabaya melalui kereta api dari Jakarta belum diketahui. Yang bisa diketahui kan melalui bandar udara,” tuturnya.

Gus Ipul menerangkan, data dari keimigirasian, tren pelanggaran keimigrasian warga negara asing pada tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai sekitar 15-20 orang. Mereka sudah dideportasi dan 2 di antaranya berurusan dengan hukum. Sedangkan tahun ini yang diduga melanggar keimigrasian sekitar 150-200 orang asing.

“Mereka masuk ke Surabaya dan tidak diketahui dimana sekarang. Mereka sudah overstay. Itu kan pelanggaran keimigrasian,” jelasnya.

Ia menegaskan, Tim Pora Jawa Timur sedang bekerja menyelidiki keberadaan turis asing yang masa berlaku visa kunjungannya sudah habis. “Tim sedang berjalan melakukan pengawasan,” pungkasnya.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: