Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Targetkan Rp1,6 Triliun, Kemenkeu: Cukai Plastik Tak Sebabkan Inflasi

Targetkan Rp1,6 Triliun, Kemenkeu: Cukai Plastik Tak Sebabkan Inflasi

 

 

Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah melalui Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menargetkan program cukai plastik dapat diterapkan pada tahun 2017. Ditargetkan, program ini akan berdampak pada penerimaan negara sebesar Rp1,6 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, program ini diyakini tidak akan berdampak pada inflasi. Negara pun akan menerima banyak keuntungan dari program cukai plastik ini.

“Kecil lah. Kan itu angkanya di bawah kemarin yang sempat sudah jalan berdasarkan peraturan-peraturan daerah itu. Perda kan 200 per pcs. Nah, kita kasih di bawah itu,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan,Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Seperti diketahui, cukai plastik rencananya akan diterapkan pada tahun ini. Penerimaan negara pun ditargetkan mencapai Rp1 triliun. Dikutip dari Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah melalui Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menargetkan program cukai plastik dapat diterapkan pada tahun 2017. Ditargetkan, program ini akan berdampak pada penerimaan negara sebesar Rp1,6 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, program ini diyakini tidak akan berdampak pada inflasi. Negara pun akan menerima banyak keuntungan dari program cukai plastik ini.

“Kecil lah. Kan itu angkanya di bawah kemarin yang sempat sudah jalan berdasarkan peraturan-peraturan daerah itu. Perda kan 200 per pcs. Nah, kita kasih di bawah itu,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan,Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Seperti diketahui, cukai plastik rencananya akan diterapkan pada tahun ini. Penerimaan negara pun ditargetkan mencapai Rp1 triliun. Dikutip dari Okezone.

Hanya saja, program ini gagal dibahas bersama DPR RI. Namun, Bea Cukai tetap optimis target penerimaan pada tahun ini dapat tercapai. Salah satunya adalah karena adanya kewajiban bahwa tarif cukai selambat-lambatnya berjalan pada akhir Desember pada tahun berjalan.

“Kedua karena adanya kenaikan tarif kemarin yang berlaku 1 januari 2017. Sehingga memicu adanya tambahan produksi untuk mengambil kesempatan dari adanya perbedaan tarif antara 2016 dengan 2017. Sehingga dengan dua faktor tadi, maka di bulan 12 ini akan terjadi lonjakan penerimaan khusus dari cukai tembakau sama minuman, sehingga kita memperkirakan itu angkanya sekitar Rp40 triliun, dari total itu,” jelasnya.

(Ro).

%d blogger menyukai ini: