Sketsa News
Home Berita Terkini, News Semua Pihak Harus Sabar Tunggu Investigasi Jatuhnya Hercules C-130

Semua Pihak Harus Sabar Tunggu Investigasi Jatuhnya Hercules C-130

Sketsanews.com – Parlemen meminta semua pihak bersabar dan tidak menduga-duga penyebab jatuhnya pesawat Hercules ‎C-130 dengan nomor penerbangan A-1334 di Papua, pagi tadi (Minggu, 81/12).
“‎Saya harap semua pihak bersabar dan tidak menduga-duga penyebab kecelakaan hingga selesainya investigasi resmi yang dilakukan TNI AU,” ujar anggota Komisi I DPR Evita Nursanty‎ kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, faktor cuaca di wilayah pegunungan Papua memang memiliki topografi cukup rawan.

“Apalagi tujuan pesawat itu di sana memang untuk latihan navigasi,” kata Evita.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditingggalkan.‎

Evita menambahkan, ke depan perlu pengutamaan keselamatan dengan meningkatkan kesiapan baik teknis pesawat, dan upaya mencegah terjadinya human error. Mengingat, ada beberapa peristiwa kecelakaan pesawat terakhir ini, termasuk yang dialami pesawat Skytruck milik Polri di perairan Kepulauan Riau dan helikopter Bell 412 milik TNI AD di Kalimantan.

“Kita tahu setiap pesawat memiliki karakteristik tersendiri dan harus betul-betul diperhatikan, sehingga ke depan kita persempit peluang kecelakaan meski kita sadar soal cuaca dan nonteknis lain di luar kendali manusia,” pungkas Evita.

Diketahui, Hercules C-130HS yang dipiloti Mayor Pnb. Marlon A. Kawer berangkat dari Timika pukul 05.35 WIT dan dijadwalkan mendarat di Wamena pada 06.13 WIT. Pada pukul 06.02 WIT, pesawat melakukan komunikasi dengan tower Wawena untuk melakukan pendaratan di ujung landasan pacu 15.

Dikutip dari Rmol.co , pukul 06.08 WIT, tower di Wamena mengaku sempat melihat pesawat secara virtual, namun semenit berselang pesawat tidak merespon panggilan. Pukul 06.09 WIT, pesawat mengalami hilang kontak. Pesawat dengan nomor penerbangan A-1334 itu ditemukan jatuh di area Gunung Lisuwa.

Pilot, co-pilot serta 10 kru tewas akibat insiden tersebut. Adapun nama kru pesawat yaitu Mayor Penerbang Marlon A. Kawer (pilot), Kapten Penerbang J. Hontian F. Saragih (co-pilot), Letnan Satu Penerbang Hanggo Fitradhi, Letnan Satu Navigator Arif Fajar Prayogi, Pembantu Letnan Satu Lukman Hakim. Kemudian, Pembantu Letnan Satu Suyata Plt. Kusen, Pembantu Letnan Satu Agung Tri, Pembantu Letnan Dua Agung S., Sersan Mayor Kudori, Sersan Mayior Fatoni, serta Sersan Dua Suyanto.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: