Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ini Alasan Ahok Kalah Telak di Putaran Kedua Versi LSI Denny JA

Ini Alasan Ahok Kalah Telak di Putaran Kedua Versi LSI Denny JA

Sketsanews.com ,JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi Pilkada DKI akan berlangsung dua putaran. Selain itu, hasil survei pun menunjukkan jika pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) lolos di putaran pertama, maka pasangan tersebut akan mengalami kekalahan di putaran kedua.

Dikutip dari Okezone , jika berhadapan dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Syliana Murni (Agus-Sylvi), Ahok-Djarot diperkirakan hanya meraih 29,1%, dan lawannya meraup 46,1%. Sementara jika melawan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), perolehan bagi Ahok-Djarot sebesar 27,6% melawan 45,3% suara lawan. Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menjelaskan ada lima alasan yang melatarbelakangi hasil survei ini.
“Pertama, di putaran kedua, mayoritas pendukung Anies memilih Agus jika Anies gagal di putaran pertama. Sebaliknya, mayoritas pendukung Agus memilih Anies jika Agus gagal di putaran pertama,” kata Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2016).

Faktor tersebut disebabkan karena pemilih Agus-Sylvi dan Anies-Sandi sebagian besar berasal dari segmen yang sama. Alasan kedua, kantong pemilih yang besar di putaran kedua lebih banyak pindah ke Agus-Sylvi atau Anies-Sandi jika di putaran kedua melawan Ahok-Djarot.

“Yaitu pemilih Musim 85% populasi, pendidikan SMA ke bawah 80% populasi, etnis Betawi dan Jawa 70% populasi, dan penghasilan Rp3,5 juta sebulan ke bawah 65% populasi,” jelas dia.

Ketiga, total pemilih yang tidak menginginkan gubernur tersangka di angka 65%. Hanya 11,8% yang bersedia dipimpin gubernur yang menyandang status tersangka. Keempat, total pemilih yang menganggap Ahok menista agama sebanyak 65,7%.

“Dan kelima, total pemilih yang menginginkan gubernur baru di atas 60%. Hanya 22,1% yang menginginkan gubernur petahana,” ujar Ardian.

Survei ini dilakukan pada 3 hingga 8 Desember 2016 dengan 440 responden yang diwawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 4,8%.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: