Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Anggota TNI Tertembak dalam Baku Tembak dengan Kelompok Santoso

Anggota TNI Tertembak dalam Baku Tembak dengan Kelompok Santoso

Sketsanews.com, Poso – Baku tembak kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Dalam peristiwa itu seorang personel TNI terluka pada bagian punggung akibat tembakan yang dilepaskan oleh kelompok bersenjata diduga sisa kelompok teroris Santoso yang kini masih berjumlah sembilan orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (20/12/2016) seorang personel TNI yang tergabung dalam Tim Nanggala 8 terluka dalam baku tembak yang terjadi di kawasan pegunungan Mantangi, Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Kecamatan Poso pesisir utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, personel TNI yang terluka itu bernama Prajurit Dua (Prada) Yusuf Bahrudin.
Dia tertembak di bagian punggung. Peristiwa tersebut terjadi saat Prada Yusuf bersama rekannya yang tergabung dalam Tim Nanggala 8 menemukan jejak mencurigakan dan mengikuti jejak itu. Saat melintasi sungai mereka ditembaki yang menyebabkan satu di antaranya terkena tembakan.
Sebagian dari tim itu kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Sementara personel TNI lainnya melakukan pertolongan pertama terhadap korban. Bantuan pasukan dari TNI/Polri pun dikerahkan menuju ke lokasi, termasuk dukungan satu unit helikopter jenis Helly Bell yang diturunkan di dusun sipatuo untuk membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso ataupun ke rumah sakit di Palu.
Namun beratnya medan, serta lokasi yang berjarak sekitar enam hingga 14 kilo meter dari perkampungan warga menyebabkan evakuasi berjalan lambat. Hingga menjelang malam tanda-tanda korban di bawah turun masih belum terlihat. Helikopter yang sudah disiagakan kembali terbang.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satgas Operasi Tinombala 2016 terkait peristiwa baku tembak tersebut. Sejauh ini operasi Tinombala 2016 sendiri masih memburu sembilan orang dari anggota kelompok Santoso yang disebut dipimpin oleh Ali Kalora. Sebelum di gelarnya operasi Tinombala jumlah kekuatan kelompok teroris itu berjumlah 41 orang seperti diberitakan Sindonews.com
(Im)

%d blogger menyukai ini: