Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Headlines, News Keluarga Protes Penangkapan Humas Laskar Umat Islam Surakarta

Keluarga Protes Penangkapan Humas Laskar Umat Islam Surakarta

Sketsanews.com, Surakarta – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, ditangkap kepolisian di rumahnya, Ngruki, RT 7/16, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Selasa (20/12) dini hari tadi.

Menurut Erma Sri Harjani (35), penangkapan suaminya mirip tindakan Densus 88 yang sedang melakukan penggrebekan teroris. Petugas bersenjata lengkap datang dengan mengetuk keras pintu rumah Erma.

“Jam dua pagi itu saya kondisi masih tidur, ada yang ketok-ketok pintu keras sekali. Yang bukakan pak Endro sendiri, saya itu kedengaran berisik, dengernya tanda tangan, tanda tangan gitu,” katanya.

Erma menuturkan, saat Endro minta izin ganti baju dan buang air kecil, selalu diikuti polisi bersenjata lengkap.

Kondisi itu membuat dia dan anaknya terganggu dan rewel. Erma sempat meminta polisi menunggu di luar karena dirinya terbuka auratnya.

“Mas Endro masuk itu saya bangun. Ini (Adib, anak Endro) juga bangun. Diikuti polisi yang membawa laras panjang. Saya teriak-teriak mbok diluar saja to pak, lha pas gitu anak saya nangis terus” ujarnya sambil menggendong anaknya.

Sekitar pukul 3 dini hari, polisi kembali lagi ke rumah Endro, meminta telepon seluler yang biasa untuk chatting. Kata Erma, dia minta penjelasan terkait penangkapan suaminya pada salah satu petugas yang meminta HP tersebut.

“Sekitar jam 3 kurang polisi kembali lagi, katanya suruh ngambilkan HP yang merk miomi atau apa gitu. Saya tanya, pak, ini ada apa to pak? Gini buk saya jelaskan tolong ibu berdiri. Bapak saja yang duduk,” ucapnya.

Usai memberi penjelasan, polisi beranjak pergi. Menurut tetangga Endro yang tidak mau disebut namanya, penangkapan Endro dengan menggunakan 3 mobil, salah satunya berplat nomor B.

Erma menyayangkan tindakan polisi yang seenaknya masuk ke rumahnya, sedang kondisinya terbuka auratnya. Selain itu, tindakan itu membuat takut anak Endro yang berumur 1,5 tahun, ketakutan.

“Mbok ya yang lebih santun gitu lho, anak ini kan lihat, sampai sekarang jadi rewel terus” pungkasnya.

Dalam surat penangkapan yang bernomor 199/XII/2016/Ditreskrimum dijelaskan bahwa Endro Sudarsono ditangkap karena melakukan pelanggaran pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 169 KUHP jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP tentang tindakan kekerasan di muka umum dan penganiayaan.

Sebelumnya pada hari Ahad (18/12) lalu, LUIS melakukan penggrebekan terhadap Social Kitchen, dan menemukan botol minuman keras dan ratusan pengunjung yang sedang mabuk dan berbuat mesum. Dikutip dari harianamanah.id.

(Jp)

%d blogger menyukai ini: