Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Jelang Natal, Ditemukan Makanan Berbahaya di Pasar

Jelang Natal, Ditemukan Makanan Berbahaya di Pasar

Sketsanews.com, Temanggung – Tim Pengawasan Bahan Makanan Kabupaten Temanggung menemukan makanan tidak layak konsumsi dan berbahaya bagi kesehatan saat menggelar monitoring di sejumlah pasar tradisional dan modern di kabupaten tersebut, sebagai bentuk perlindungan pada konsumen, jelang natal dan tahun baru.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti, mengatakan monitoring melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polres setempat.

” Sasaran adalah Pasar Kliwon, Pasar Legi Parakan, Pasar Kranggan, Pasar Selopampang, dan Pasar Wage Ngadirejo dan sejumlah pasar modern disekitar pasar tersebut. Monitoring meliputi harga bahan pokok, kondisi, dan ketersediaan pangan,” katanya, Rabu (21/12).

Dia mengatakan monitoring sebagai kegiatan rutin, namun diakhir tahun diintensifkan sebagai bentuk perlindungan pada konsumen untuk menghadapi Perayaan Natal dan Tahun Baru. Tim menemukan sejumlah makanan dan bahan makanan mengandung bahan pengawet berbahaya seperti borax, pewarna berbahaya Rodhamin B, dan makanan kadaluwarsa masih beredar di pasar.

Dikemukakan, makanan kadaluwarsa ditemukan di gudang makanan milik salah seorang pedagang di Pasar Selopampang. Sedangkan di Pasar Kliwon Temanggung dan Pasar Wage Ngadirejo, mendapati penjual mie basah yang mengandung borax. Pewarna Rodhamin B ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti cendol dijual pedagang di Pasar Legi Parakan, Pasar Kliwon Temanggung, dan Pasar Wage Ngadirejo, demikian yang dikutip oleh krjogja.

” Menurut pengakuan pedagang mie basah dipasok dari luar daerah, demikian juga bahan makanan mengandung pewarna berbahaya. Untuk makanan kadaluwarsa, pedagang berjanji akan mengembalikannya ke produsen,” katanya.

Kepada pedagang penjual mie basah mengandung borax, makanan mengandung pewarna berbahaya, dan makanan kadaluwarsa masih mendapat peringatan. Bila nanti masih ada temuan lagi, akan diambil tindakan tegas,” katanya.

Pada pemasok makanan yang mengandung bahan berbahaya, katanya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda setempat seperti dengan Pemda Kota dan Kabupaten Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, dan Kebumen. Koordinasi dimaksudkan guna mencari tahu asal produsen dan pemasok bahan makanan berbahaya tersebut dan tindakan bersama yang akan diambil.

(Jp)

%d blogger menyukai ini: