Sketsa News
Home Berita Terkini, News BNPT: Penerimaan Masyarakat pada Mantan Teroris Pengaruhi Deradikalisasi

BNPT: Penerimaan Masyarakat pada Mantan Teroris Pengaruhi Deradikalisasi

Sketsanews.com ,JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan bahwa upaya deradikalisasi terhadap mantan teroris sangat dipengaruhi oleh penerimaan masyarakat. Sejumlah teroris yang belakangan ditangkap diketahui merupakan residivis sehingga memunculkan anggapan upaya deradikalisasi di dalam penjara tak berhasil.

Dikutip dari Okezone , Suhardi mengatakan, ketika mantan narapidana terorisme tak diterima oleh masyarakat bahkan oleh keluarga, maka mereka cenderung kembali pada paham radikal yang pernah dianut.
“Contoh, Juhanda (pelaku Bom Samarinda). Dia mendapat program deradikalisasi, keluar dia tidak diterima keluarganya. Cari anak-istrinya, dijauhkan. Jadi ke mana dia?” kata Suhardi usai Rakorsus di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

Suhardi pun menyayangkan hal tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya deradikalisasi yang tengah digodok adalah pelibatan 25 kementerian/lembaga untuk mendampingi mantan narapidana terorisme saat keluar bui.

“Salah satu contohnya adalah melibatkan 25 kementerian/lembaga menjemput, supaya masyarakat bisa menerima dan ikut mengawasi. Di hulu kita coba mereduksi sampah-sampah supaya tidak menumpuk,” ungkap dia.

Terhadap keluarga narapidana terorisme, juga akan ditempuh upaya pendekatan lunak atau soft approach, dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi yang bersangkutan. Pencegahan menyebarnya paham radikal juga diharap mampu secara masif digalakkan di sektor pendidikan.

“Itu kenapa Mendikbud kita libatkan. Sekarang contohnya, banyak yang terpapar (paham) radikal di sekolah-sekolah. Kepedulian guru-guru terhadap muridnya di sekolah juga harus,” kata Suhardi.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: