Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Omen, Terduga Teroris Tangsel Itu Dulunya Anak Punk yang Ngamen di Jaksel

Omen, Terduga Teroris Tangsel Itu Dulunya Anak Punk yang Ngamen di Jaksel

Sketsanews.com, Jakarta – Abdul Rahman alias Omen (kini 28) yang tewas dalam penggerebekan Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri di sebuah rumah kontrakan di Setu, Babakan, Tangerang Selatan pada Rabu kemarin tercatat baru bergabung dengan jaringan terorisme pasca tahun 2011. Sebelum 2011, dia adalah anak punk yang ngamen dari bus ke bus di wilayah Jakarta Selatan.

Pada Sabtu 19 Maret 2011, Omen bersama empat orang temannya yakni: Ridwa (20), Ayi Saputra (19), Aseng dan Hengki terlibat pembunuhan Ribet Bagus Indra alias Bandit (18) yang juga anak punk. Kasus ini dipicu oleh pembagian hasil jatah ngamen yang tidak rata.

Omen kemudian divonis hukuman 7 tahun penjara. Dia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan di Lapas Cipinang inilah, Omen bertemu dengan seorang narapidana kasus terorisme Abu Haikal yang merupakan mantan murid Dulmatin.

Abu Haikal memiliki nama samaran Raja Keong alias Bhakti Rasna. “Salah satu pimpinan kelompok ini OM alias AR terkait dengan tersangka penusukan. Kemudian dia juga terkait dengan salah satu anak buah almarhum Dulmatin namanya Abu Haikal yang ditahan di Lapas Cipinang. Ini sebenarnya dia napi kekerasan dulu, bukan teror tapi direkrut di dalam lapas oleh Abu Haikal,” kata Tito di Tangerang Selatan pada Rabu (21/12/2016) kemarin.

Dikutip dari Detik, selain dengan Abu Haikal, Omen juga menjalin komunikasi dengan Achmad Taufiq alias Ovi yang merupakan terduga rencana peledakkan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada 2013 lalu. “Saudara Omen, mantan napi pembunuhan. Kemudian direkrut Ovi, yang merupakan pelaku bom kedubes Myanmar tahun 2013,” kata Awi di kantornya, Rabu (21/12/2016).

Pengangguran, ga jelas, hidup penuh dosa, dsb. Upgrade dikit pake kata2 Kun Fayakun, Jannah, 72 bidadari, jadilah instant radikal army yang siap mati demi surga..

(Wis)

%d blogger menyukai ini: