Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tanpa Rumah dan Tanah, Eks Pengungsi Timor Timur Bersurat ke Jokowi

Tanpa Rumah dan Tanah, Eks Pengungsi Timor Timur Bersurat ke Jokowi

Sketsanews.com ,JAKARTA – Dikatakan Mariano, surat yang ditulis atas refleksi seluruh warga eks pengungsi Timor Timur yang memilih bertahan demi kecintaannya untuk NKRI pascakalah jajak pendapat 17 tahun silam. Surat itu langsung disampaikan ke Presiden Joko Widodo dengan menghadang lintasan mobil yang ditumpangi orang nomor satu RI tersebut.

“Saya dengan beberapa tokoh masyarakat lakukan penghadang dengan sebuah spanduk bertuliskan ‘kami warga eks pengungsi Timor Timur merindukan kedatangan Bapak’,” sambungnya.

Penghadangan katanya dilakukan sesaat setelah kendaraan Presiden hendak menuju ke Bandara AA Beretalo di Atambua setelah dari Motaain untuk selanjutnya menuju Motamasin.

“Saat itu pak Presiden melihat kami, lalu Pak Presiden hentikan mobil dan memanggil saya. Saya lalu berlari mendekati mobil Pak Presiden mencium tangannya dan menyerahkan surat itu langsung ke tangan beliau,” jelasnya.

“Pascapenyerahan surat tersebut, petugas Paspampres langsung meminta saya untuk mundur dan sesaat setelahnya kendaraan itu lalu melanjutkan perjalanan ke bandara di ufuk Timur Pulau Timor itu,” tandasnya.

Dia berharap dengan diterimanya surat pengeluhan kami warga eks pengungsi Timor Timur itu, akan ada langkah konkret pemerintah untuk kami yang masih bertahan, demi merah putih di daerah ini.

Berikut isi surat lengkap eks pengungsi Timor Timur yang berada di Kabupaten Belu itu:
‘Kepada Yth.Bapak Presiden RI Joko Widodo Yang Kami Cintai dan Ibunda Negara yang Kami Kasihi Salam hormat dan permohonan maaf sebesar-besarnya sebelumnya kami menyampaikan kepada Bapak Presiden dan Ibunda Negara karena telah lancang menulis dan mengirim surat ini sehingga telah mengganggu tugas Bapak Presiden dan Ibunda Negara.

Dikutip dari Okezone ,  Bapak Presiden dan Ibunda Negara yang kami Kasihi. Apa yang kami sampaikan ini merupakan suara perempuan dan laki-laki serta anak-anak yang masih tinggal di kamp-kamp. Suara orang tanpa tanah, tanpa rumah, tanpa kepastian masa depan. Suara petani perempuan dan laki-laki serta anak-anak di settlement-settlement tanpa lahan garapan untuk hidup. Hingga saat ini, 17 tahun sudah kami WNI Eks Pengungsi Timor-Timur bertahan hidup dalam keterbatasan.

Bapak Presiden dan Ibunda Negara yang kami Kasihi. Kami mohon Bapak Presiden dan Ibunda Negara untuk berkenan memikirkan dan mau melakukan sesuatu, karena kami yakin dan percaya niat, ketulusan dan kesederhanaan Bapak Presiden dan Ibunda Negara dapat membantu, merubah dan menyelematkan kami dari penderitaan yang selama ini kami alami.

Terima kasih. Atambua, 28 Desember 2016 Hormat Kami, 1. Jeka Pereira 2. Saturmino Do Rosario 3. Celestino Goncalves 4. Carlos Goncalves 5. Mariano Parada.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: