Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News INSPIRASI BISNIS: Produsen Kaus ‘Om Telolet Om’ Hasilkan Profit hingga Rp13 Juta

INSPIRASI BISNIS: Produsen Kaus ‘Om Telolet Om’ Hasilkan Profit hingga Rp13 Juta

Pemilik Brothel Custom (Foto: Brothel Custom)

Sketsanews.com, Jakarta – Virus ‘om telolet om’ sudah menyebar luas di dunia maya. Bahkan orang-orang ternama mulai dari olahragawan hingga aktor dan aktris ternama dunia sudah ikut terjangkit virus tersebut.

Fenomena itu dianggap peluang bagi Dianto Arif Martadi, seorang pengusaha sablon asal Solo. Tak mau kehilangan kesempatan, begitu fenomena tersebut mendunia dia langsung sigap untuk membuat desain kaus bertuliskan ‘om telolet om’ dan menggunggahnya semua sosial media Brothel Custom.

“Sebenarnya baru 5 hari yang lalu saya upload desain tulisan om telolet om. Tapi memang sedang viral , jadi kami ambil kesempatan,” tuturnya.

Dikutip dari okezone, Dianto mengaku, dari awal Brothel Custom berdiri memang ditujukan untuk menawarkan pelanggannya yang ingin membuat kaos dengan desain sendiri. Namun sebagai pendongkrak, acap kali dia mengeluarkan desain kaus sesuai dengan fenomena yang tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial.

“Kita spesial mengikuti isu yang lagi hits. Sebelumnya kita sudah buat sebelumnya, seperti kemarin demo 212, Jokowi Payung, sebelumnya lagi Timnas AFF Cup. Kita terus pantengin twitter dan instagram,” tambahnya.

Siasatnya ternyata benar ampuh mendongkrak penjualan Brothel Custom. Dianto mengaku untuk setiap kali kaus yang dengan desain isu terhangat bisa laku terjual 2 lusin dalam sehari.

Untuk kaus bertuliskan om telolet om dalam 3 hari sudah laku 30 kaus. Dianto mengaku masih akan terus menjual kaus om telolet om itu hingga fenomenanya pudar.

Untuk kaus isu dihargai Rp65 ribu per kaus. Sementara untuk kaus dengan desain sendiri dihargai lebih mahal. Untuk ukuran desain F4 Rp75 ribu sedangkan untuk ukuran A3 Rp90 ribu.

“Profit untuk kaus isu Rp15 ribu. Kalau custom lebih besar untungnya bisa Rp25-30 ribu. Tapi untuk kaus isu kan bisa sampai 2 lusin habis perhari,” tuturnya.

Dianto mengau bisa mnegantongi omset perharinya hingga Rp1,5-2 juta, dengan profit setelah dikurangi biaya kaus dan operasional sekira Rp300-500 ribu. Jika dihitung per bulannya Dianto bisa mengantongi profit sekira Rp7,8-Rp13 juta.

(fya)

%d blogger menyukai ini: