Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News India Tes Rudal Antarbenua Sejauh 5500 Km, Jatuh di Perairan Australia

India Tes Rudal Antarbenua Sejauh 5500 Km, Jatuh di Perairan Australia

Sketsanews.com ,NEW DELHI – Tanpa banyak publikasi, India berhasil melakukan uji coba keempat sekaligus ujian final atas rudal balistik antar benua Agni-5.Uji coba peluncuran tersebut dilakukan oleh DRDO (Defence Research & Development Organisation) di Complex 4 Integrated Test Range (ITR), pulau Abdul Kalam (Wheeler Island), lepas pantai Odisha, 26 Desember 2016.

Peluncuran dilakukan langsung dari TEL (Transporter, Erector, Launcher) yang berbasis truk berat pada pukul 11.05 pagi.Rudal diluncurkan ke arah Selatan dengan diikuti oleh kapal perang India dan akhirnya jatuh di sekitar wilayah perairan Australia.

Dikutip dari Tribunnews ,  Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan ucapan selamat melalui akun Twitternya, yang berbunyi “Keberhasilan ujicoba peluncuran Agni-5 membuat seluruh orang India bangga. Rudal ini akan menambah kekuatan yang luar biasa bagi pertahanan strategis negeri ini.” Peluncuran kali ini adalah ujicoba terakhir dari Agni-5.

Dengan kesuksesan ujicoba ini, Agni-5 dinyatakan menyelesaikan fase pengembangan dan siap diserahkan ke jajaran operasional. Agni-5 menjadi penanda keberhasilan India untuk berdikari mengembangkan senjata strategisnya sendiri, dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Pengembangan generasi ICBM Agni dimulai sejak 1982 dalam program IGMD (Integrated Guided Missile Development Program) yang dipimpin secara rahasia oleh DRDO dan pabrikan senjata India OFB (Ordnance Factory Board) dengan pengujian pertama pada tahun 1989. Rudal Agni-1 saat operasional pertama memiliki jarak jangkau 700 kilometer, dilanjutkan dengan Agni-2 dengan jarak 2.000 kilometer, Agni-3 dengan jarak 2.500km dan akhirnya Agni-4 dengan jarak luncur 3.500km.

Pengembangan Agni-5 dimulai pada 2010 dan ujicoba peluncuran pertama dilakukan pada 2012. Pengembangannya sempat terseok dua tahun karena membutuhkan penyempurnaan teknis plus lobi politik karena India sedang berusaha dan akhirnya berhasil bergabung dalam Missile Technology Control Regime yang beranggotakan 34 negara. Agni-5 sendiri jauh meninggalkan kakak-kakaknya dengan jarak luncur yang mencapai 5.500km (Tiongkok memberi estimasi 8.000km), atau mampu menjangkau Pakistan dan hampir seluruh wilayah Tiongkok yang dianggap sebagai rival regionalnya, plus Eropa jika memang dibutuhkan.

Agni-5 membuat India bergabung dalam klub eksklusif yang mampu mengoperasikan rudal dengan jarak jangkau di atas 5.000km. Agni-5 didesain dengan tiga tingkat yang merupakan penyempurnaan dari Agni-3 dan menggunakan bahan bakar padat. Berbeda dengan kakak-kakaknya, Agni-5 diluncurkan dari canister yang kedap cuaca sehingga bisa dibawa oleh truk TEL ke berbagai lokasi dengan lebih aman.

Bobotnya mencapai 50 ton dengan kemampuan membawa hulu ledak MIRV (Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle) alias sub-munisi yang dapat melesat ke beberapa sasaran secara simultan, sehingga menyulitkan penangkalannya. Sistem pemandunya yang terdiri dari RINS (Ring Laser Gyro Inertial Navigation System) dan MINS (Micro Navigation System) diklaim menghasilkan akurasi dalam hitungan meter saja, atau sangat akurat.

Pengoperasian Agni-5 akan jatuh ke bawah kendali SFC (Strategic Forces Command) atau Komando Pasukan Strategis yang dibentuk pada 2003 dan beranggotakan AD, AU, dan AL India dan dikhususkan untuk mengoperasikan arsenal nuklir India. Setelah dipindahtangankan secara operasional ke SFC, butuh dua kali uji coba riil sebelum Agni-5 dinyatakan diterima dan dapat dioperasionalkan. Sementara itu, DRDO sendiri beralih ke proyek Agni-6 yang direncanakan mampu menjangkau jarak 8.000km.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: