Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini Pemerintah Diminta Amati Pergerakan Kelompok Militan di 2017

Pemerintah Diminta Amati Pergerakan Kelompok Militan di 2017

Sketsanews.com, Jakarta – Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan pemerintah akan ancaman serius kelompok militan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di tahun 2017. Pemerintah diminta terus mengamati pergerakan terbaru dari kelompok militan ISIS pasca kekalahan di Aleppo Timur, Suriah.

“Jika pasukan Suriah dan Rusia terus menggempur, tidak tertutup kemungkinan pasukan ISIS akan keluar dari kawasan itu. Pergerakan ISIS ini yang perlu kita waspadai,” ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu (31/12).

Menurut dia, pernyataan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menjadi relevan untuk digarisbawahi, sekaligus faktor pendorong meningkatkan kewaspadaan. Panglima TNI dan Presiden Filipina sudah mengungkap rencana ISIS membangun basis di Filipina Selatan untuk mewujudkan kekhalifahan baru di Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Rencana ISIS itu relevan untuk dikaitkan dengan kembalinya puluhan simpatisan ISIS warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air. Pertanyaannya adalah mereka kembali untuk apa? Kembali untuk menjalani kehidupan normal? Atau, kembali untuk mewujudkan rencana ISIS membangun kekhalifahan di Asia Tenggara?” tandas Presidium Nasional KAHMI 2012-2017 ini.

Bangsa Indonesia, kata dia, perlu belajar dari kegagalan pemerintah Irak dan Suriah dalam melumpuhkan ISIS. Pemerintah Indonesia, lanjut Bamsort, patut memberi wewenang penuh dan keleluasaan kepada TNI dan Polri untuk mempersempit ruang gerak para simpatisan ISIS di Indonesia.

“Ketahanan nasional akan menghadapi ujian berat jika rencana ISIS membangun basis di Asia Tenggara tidak segera ditangkal,” ungkap dia.

Apalagi, lanjut dia ada semacam gelagat bahwa sel-sel terorisme di Indonesia juga memberi respon positif terhadap rencana ISIS membangun basisnya di Asia Tenggara. Kelompok-kelompok teroris itu sudah terang-terangan melampiaskan kebencian pada segenap jajaran Polri.

“Sejumlah prajurit Polri telah menjadi target serangan. Jangan lupa bahwa ada WNI yang sangat dipercaya pimpinan ISIS. Sosok WNI itu diduga mendalangi bom Sarinah dan mengotaki rencanakan ledakan bom di Istana Negara baru-baru ini,” jelas dia sebagaimana dikutip dari Beritasatu.

Untuk memperkecil atau melumpuhkan potensi ancaman itu, kata Bamsoet perlakuan hukum terhadap para terduga dan tersangka teroris harus ekstra tegas. Termasuk kepada mereka yang diduga sebagai simpatisan ISIS di dalam negeri.

“Para simpatisan ISIS harus dilumpuhkan agar mereka tidak memiliki peluang mewujudkan pembangunan basis ISIS di Asia Tenggara,” pungkas dia.

(Tri)

%d blogger menyukai ini: