Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Polres Batu; Mulai Anggota Polantas Cabul, Todongkan Pistol hingga Kasus BPN

Polres Batu; Mulai Anggota Polantas Cabul, Todongkan Pistol hingga Kasus BPN

Sketsanews.com Malang – Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata dipercaya menahkodai Polres Batu sejak awal tahun 2016. Di bawah kepemimpimpinannya, banyak kasus yang telah ditangani dan sebagian belum tuntas, termasuk menangani kasus yang mencoreng nama baik Korps Bhayangkara ini.

1.Brigadir TS Todongkan Pistol ke Warga

Brigadir TS yang merupakan anggota Polres Batu dilaporkan ke Propam Polres Batu, Senin (18/1), karena menodongkan pistol ke warga di Perumahan Griya Permata, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang tak lain masih tetangganya.

Berawal dari saat Brigadir TS melintas di depan rumah warga yang sedang ada kegiatan PKK. Bagian mobil belakang miliknya mengenai gerobak bakso, sehingga TS turun dan memarahi pemilik rumah. Adu mulut tersebut ternyata berlanjut, sehingga habis magrib TS mendatangi rumah warga. Adu mulut pun kembali terjadi hingga akhirnya TS menodongkan pistol ke kepala warga.

  1. Dua Oknum Polantas Cabul

Oknum Polisi Lalu lintas (Polantas) Polres Batu melakukan pelecehan berupa ajakan hubungan intim selayaknya suami istri terhadap siswi di Kota Malang, DSS (16). Bermula dari DSS bersama temannya terjaring razia, Sabtu (4/6/). Korban bersama temannya tidak memiliki SIM dan STNK, lalu diajak ke Pos Polisi Alun-alun. Saat itulah, oknum Polantas berinisial E menawarkan bisa membantu dengan membebaskan denda dan sepeda motor bisa dikembalikan asal korban tetap di pos dan mengiyakan ajakannya. Oknum tersebut hanya sekadar mengajak siswi berhubungan intim, tapi tidak sampai meraba dan menyentuh korban. Namun korban menolak ajakan itu.

Kasus sama bahkan lebih parah dilakukan oknum Polantas D terhadap SP (17) siswi salah satu sekolah di Kota Batu. Ia terjaring razia saat bergoncengan dengan temannya, Rabu (1/6). Pada saat di Pos Alun-alun, SP mulai diraba, diciumi beberapa kali oleh petugas di ruangan gelap. Sedangkan temannya bersama petugas lain mengurusi surat tilang. Korban SP melapor ke kepolisian setelah mengetahui ada pemberitaan dugaan pelecehan oleh oknum Polantas. Ia didampingi teman dan segenap aktivis pada Jumat (10/6). Akibat perbuatan tersebut, dua oknum Polantas ini dinonaktifkan, Propam Provinsi Jawa Timur bahkan mengambil alih kasus ini. Kabar yang didapat terakhir, kedua Polantas ini mendapatkan sanksi berat, ada pula kabar keduanya dipecat secara tidak terhormat.

  1. Kasus Dugaan Pelecehan Warga Batu Terhadap Mendikbud

Polres Batu kembali dihadapkan dengan kasus lain. Yaitu adanya laporan dari LBH Peka atas dugaan pelecehan terhadap Mendikbud, Muhadjir Effendy, oleh warga Kota Batu melalui media sosial, Facebook, atas nama Pak Bro Tomasoa.

Kasus tersebut sampai sekarang belum juga ada titik terang, karena kepolisian belum berhasil meminta keterangan dari Mendikbud. Apakah merasa dirugikan dan sebagai korban. Padahal, Polisi telah mengantongi identitas pembuat status yang dinilai melecehkan Mendikbud.

4.Bekuk Oknum Pegawai BPN Pungli

Kasus oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional Kota Batu mendapat penanganan serius kepolisian. Usai mendapat laporan dari para korban, Polisi bergerak cepat. Tepatnya pada Selasa (22/11), Totok Poerwantoro yang sudah menyandang status tersangka berhasil dibekuk saat berada di halaman parkir Kantor BPN. Saat gelar rilis, Totok meraup keuntungan Rp217 juta dari 13 korban. Padahal, penyidik berhasil menyita puluhan berkas berupa Sertifikat, SHM, dan identitas korban dari kos tersangka. Tersangka menjalankan aksinya mulai tahun 2013.

Namun, dalam kasus ini kepolisian baru menjerat tersangka dengan Pasal 378 KUHP (Penipuan) da Pasal 372 KUHP (Penggelapan). Padahal, korban bersama Good Governance Aktivator Alliance (GGAA) menuding kasus ini murni Pungutan liar (Pungli). Kepolisian kemudian beralasan, tidak menutup kemungkinan memasukkan UU nomor 31 tahun 1991 dan diubah menjadi UU RI nomor 21 tahun 2001 tentang tindak pidana orupsi, Pasal 11, 12b, dan 2e. Kini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batu. Namun, Kejari mengembalikan berkas tersebut karena dinilai belum lengkap. Korban dan GGAA lantas mendesak kepolisian agar menetapkan tersangka lain dengan adanya bukti rekaman percakapan antara tersangka dan salah satu korban. Diperkuat dengan adanya 20 korban yang melapor ke Polres Batu.

  1. Kasus Percobaaan Pencabulan Satpam BTC dan Mutasi Anggota Polantas

Di bulan yang sama, tepatnya Rabu (30/11). Satpam Batu Trade Center (BTC) kedapatan melakukan percobaan pencabulan terhadap siswi salah satu sekolah di Kota Batu. Beruntung dalam kejadian itu, teman korban segera melapor ke Polsek Batu. Tersangka, Ronald Monoarfa kemudian dibekuk dan digiring ke Polres Batu. Korban mengalami luka cukup parah di bagian wajah, kepala, dan perut. Bahkan korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini pun mendapat kecaman dari masyarakat Kota Batu. Mirisnya, anggota Polantas yang bertugas di Pos Alun-alun Kota Batu harus dimutasi sebagai penjaga tahanan lantaran menolak permintaan bantuan teman korban. Sebelum teman korban meminta bantuan ke Posek Batu, dia (teman korban) lebih dulu meminta pertolongan ke Pos Alun-alun, namun, mendapat jawaban tidak mengenakkan.

Menanggapi kejadian selama 2016, Kapolres Batu, AKBP Leonardus Simarmata, mengaku telah menjalankan sesuai aturan dan SOP yang benar. Bagi anggota yang melanggar kode etik, disiplin telah diproses sesuai aturan di kepolisian. “Tidak ada maaf bagi anggota yang mencoreng nama baik Polri,” ujarnya. Di sisi lain, ia terus berupaya melakukan pendekatan terhadap anggotanya, melalui pelatihan-pelatihan dan bimbingan. Dengan harapan, bisa berempati dan membantu kesulitan yang ada di masyarakat.

“Kami terus berbenah di internal. Kami berharap tahun mendatang lebih baik,” harap dia.

Sedangkan kasus-kasus yang belum selesai ditangani, Leo, berjanji akan memprioritaskannya di tahun 2017 seperti dikutip dari Malangvoice.

(Im)

%d blogger menyukai ini: