Sketsa News
Home Berita, Headlines, Opini Indonesia Dalam Ancaman Tenaga Kerja Cina

Indonesia Dalam Ancaman Tenaga Kerja Cina

Sketsanews.com – Tiga Tahun masa Pemerintahan Jokowi, permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dapat dilihat dari;

 

 

 

 

Buruh Cina Digaji 15 Juta, Pekerja Lokal 2 Juta Sebulan

Sebanyak 70 tenaga kerja asing asal Tiongkok diamankan Subdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten pada Senin, 1 Agustus 2016. Mereka diamankan dari sebuah pabrik yang sedang dalam proses pembangunan untuk perusahaan semen di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, 70 warga Tiongkok ini merupakan buruh pekerja kasar yang bekerja di perusahaan pabrik semen. Mereka diamankan aparat karena tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan resmi yang dikeluarkan dari kantor Imigrasi. Yang lebih mengherankan lagi, dari pengakuan 70 pekerja ilegal Tiongkok ini kepada penyidik, mereka rata-rata digaji oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka sebagai buruh kasar di Banten sebesar Rp15 juta per bulan.

Kondisi sebaliknya justru dialami buruh warga sekitar, yang juga bekerja sebagai buruh kasar di pabrik tersebut. Warga lokal hanya digaji Rp2 juta per bulannya. “Mirisnya, tenaga kerja asal kita (Indonesia) hanya digaji Rp2 juta per bulan. Rata-rata per hari Rp80 ribu, sedangkan TKA rata-rata per hari Rp500 ribu,” ujar Nurullah. (viva.co.id)

Tenaga Kerja Lokal Menjadi Terancam

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus uji kemampuan bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing (TKA) yang ingin bekerja di Indonesia bisa mengancam pekerja lokal.Di sisi lain, kebijakan itu tidak ada hubungannya dengan investasi. Karenanya Presiden harus meninjau ulang rencana tersebut.

”Jadi apabila Pak Jokowi memberikan kemudahan bagi pekerja asing untuk tidak berbahasa Indonesia, itu mengerikan sekali,” kata Ismed di sela diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio di Jakarta, kemarin. Mantan Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) itu tidak sepakat apabila aturan yang mengharuskan pekerja asing mampu menguasai bahasa Indonesia ini dipandang menghambat investor.

Menurut dia, kalaupun ada investor yang beranggapan demikian, pemerintah tidak perlu terpaku pada satu investor, tetapi mencari yang lain. ”Kita kan punya kemandirian sebagai bangsa, masa kita didikte investor,” kata Ismed. Didi Irawadi juga mengingatkan, kebijakan yang akan diambil tersebut bisa membuat tenaga kerja lokal tidak terlindungi.

Anggota Komisi IX DPR yang membidangi masalah ketenagakerjaan itu pun menilai, penghapusan syarat wajib berbahasa Indonesia bagi para TKA itu terkesan merendahkan bangsa Indonesia sendiri. Dia bahkan menyebut penghapusan syarat wajib berbahasa Indonesia bagi para pekerja asing di Indonesia itu tidak sesuai dengan konsep Trisakti yang Presiden Jokowi gadang-gadang saat ini, terutama pada poin berkepribadian dalam budaya.(sindonews.com)

Cina Merupakan Negara yang Paling Banyak Mengirim Turis ke Indonesia

Data Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyebut, sejak 1 Januari hingga 18 Desember 2016, warga negara asing yang datang ke Indonesia mencapai 8.974.141 orang dan yang keluar mencapai 9.370.098 orang.

Wisatawan Asing Asal Cina Periode 2000-2015

Dan Cina, dengan 21.271 tenaga kerja, menjadi negara yang paling banyak mengirimkan tenaga kerjanya ke Indonesia. Angka ini pun naik 21 persen dalam 11 bulan, sebab pada akhir 2015 lalu jumlah pekerja Cina hanya terdeteksi 17.515 orang. (katadata.co.id)

 

 

 

 

Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia Menurut Asal Negara per November 2016

Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah kunjungan Wisatawan asal Cina mencapai 9 juta lebih. Sedangkan untuk tenaga kerja Cina yang di Indonesia mencapai 21 ribu. Jumlah tersebut relatih sedikit dari pada isu yang berkembang.

 

 

 

Sementara disisi lain banyak pekerja Indonesia yang mendapatkan PHK atau menjadi pengangguran dan apakah bijak apabila banyak warga yang membutuhkan pekerjaan sementara kita menggunakan pekerja dari Luar?

Permasalahan lain adalah gaji pekerja Cina yang mencapai 15juta per bulan sedangkan pekerja lokal hanya 2juta. Jelas ini menimbulkan rasa ketidakadilan bagi tenaga kerja Indonesia . (ip)

%d blogger menyukai ini: