Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Opini Jangan Ragu Hentikan Kerjasama Dengan Australia

Jangan Ragu Hentikan Kerjasama Dengan Australia

Sketsanews.com, Jakarta – Keputusan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, menghentikan sementara kerjasama militer dengan Australia. Keputusan tersebut diambil, setelah adanya dugaan pelecehan terhadap lembaga TNI dan lambang negara Pancasila oleh militer Australia.

Hal ini diketahui saat Prajurit Kopassus tengah melatih pasukan khusus di Australia beberapa waktu lalu.

Sejarah mencatat, pembekuan hubungan antara Indonesia dan Australia pernah terjadi saat pemisahan diri Timor Leste pada 1999, kasus Bali Nine pada 2005, isu penyadapan telefon Presiden SBY, dan pengusiran perahu-perahu imigran pada 2013-2014.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almansyahri mengapresiasi ketegasan dari TNI. Selama ini hubungan kedua negara berjalan dengan baik. Namun menurutnya, hubungan baik ini bukan berarti Indonesia bisa diperlakukan semena-mena.

“Tentunya kita tidak ingin hubungan bilateral Indonesia-Australia dicederai dengan penghinaan. Kalau memang ada penghinaan, kita tak mau dihina,” tegasnya.

Hal senada juga di sampaikan Supiadin yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI. Ia menilai putusan Panglima TNI merupakan bentuk pembelaan terhadap harga diri dan martabat TNI serta martabat bangsa.

Dalam kerjasama antar negara itu, menurut Supiadin harus memegang teguh prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

“Kalau salah satu dari ketiga prinsip di atas dilanggar, maka TNI berhak menghentikan kerjasama yang sudah dibuat. Hal ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi Australia agar tidak seenaknya melecehkan TNI,” jelas Supiadin.

Politikus Partai Nasional Demokrat itu mengganggap penundaan kerjasama militer ini tak akan berdampak negatif pada penyediaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) bagi militer Indonesia.

Pakar militer, Yohanes Sulaiman juga memuji langkah penangguhan Indonesia. Namun dia memprediksi ketegangan hubungan ini tidak akan berlangsung dalam jangka waktu relatif panjang.

“Kedua negara saling membutuhkan. Mereka perlu menjaga keamanan di Laut China Selatan, terutama sekarang saat China menjadi lebih dominan di sana,” terangnya

Sebenarnya apasih yang didapat dari kerjasama dengan Australia? Dari pengalaman yang telah lalu, Australia sering sekali mencederai kerjasama yang dilakukan dengan Indonesia.

Pada kasus Bali nine contohnya, dengan dimasukannya narkoba oleh warga Australia. Indonesia sebenarnya sedang dirusak oleh Australia, yang tentunya ada kepentingan dengan hancurnya Bangsa Indonesia.

Dan juga dengan lepasnya Timor-Timur dari wilayah NKRI. Kepentingan Australia dalam kasus tersebut adalah ikut unjuk kekuatan politik atas Timtim. Dengan intervensi militer ke Timtim, Australia mengirim pesan kepada Jakarta tentang kemampuan diplomatiknya yang berskala global.

Dengan pendekatan kepada Amerika Serikat dan Eropa, Australia dapat menggolkan rencananya untuk memaksa masuk ke Timtim di bawah payung PBB. Jadi apakah Indonesia masih mau dilecehkan kembalidengan menjalin kerjasama dengan Australia?

(Ek)

%d blogger menyukai ini: