Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Opini Pancasila Dalam Ancaman PKI

Pancasila Dalam Ancaman PKI

Sketsanews.com-Bahaya komunisme atau yang sering disebut dengan paham komunis tidak bisa dianggap enteng, atau bahkan diremehkan. Komunis tidak pernah mati, namun mereka hanya tiarap sejenak. Komunis sempat mati suri pasca runtuhnya Uni Soviet dan komunis Eropa Timur. Namun tidak bagi komnis Cina, mereka hanya bermetamorfosis begitu juga dengan komunis Indonesia. mereka bangkit kembali dan semakin menguat, bahkan sudah menyusup kemana-mana. Kebangkitan kembali komunisme Indonesia sedang terjadi. Mereka siap-siap merebut kekuasaan tanpa disadari rakyat Indonesia.
Era Reformasi menjadi angin segar tumbuhnya idiologi lama dengan wajah baru, Berbagai peristiwa sejarah pemberontakan sejumlah partai-partai besar seperti Partai Komunis Indonesia atau PKI, Pada sisi lain, atas kepedihan rakyat Indonesia akibat kekejaman PKI saat pemberontakan di Madiun maupun kekejaman yang dilakukan oleh massa PKI saat peristiwa G-30S/PKI 1965 hingga menewaskan 7 putra terbaik bangsa. Tentunya didalam menyikapi peristiwa ini, kita sebagai anak bangsa harus benar benar belajar dari sejarah dimana peristiwa demi peristiwa sudah dialami oleh para pendahulu kita.
Komunisme ini yang mengagung-agungkan ateisme, selalu benturkan agama dengan negara, meraih kekuasaan melalui cara kekerasan, anti Pancasila dan anti agama. Paham komunis. Pasca kemerdekaan beda dengan komunisme pra kemerdekaan, dimana saat itu tokoh-tokoh komunis banyak yang kuat agamanya. Pasca kemerdekaan, menguatnya komunisme Uni Soviet dan China. Yang dominan adalah komunis merah. Musuh Pancasila tentunya dari keterangan diatas muncul sebuah pertanyaan, Berapa kali PKI melakukan aksi pemberontakan untuk mengganti Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis? Usaha pemberontakan yang dilakukan oleh PKI sudah dua kali yaitu pada Tahun 1948 dan 1965. Ketika berbicara secara kedaulatan tentu kita sebagai bangsa akan menumpas pemberontak terutama yang mengancam keutuhan NKRI.
Dengan banyaknya simbol-simbol yang belakangan ini bermunculan diberbagai daerah di Indonesia, maka ini menunjukkan komunis akan bangkit lagi. Untuk itu, komunisme harus diwaspadai karena belakangan ini ramai dibicarakan akan bangkitnya komunisme atau PKI di Indonesia. Ini bisa dibuktikan dengan banyak atribut PKI yang berkeliaran di media sosial maupun digunakan anak–anak muda yang ingin tampil beda. Indikasi ini dapat dilihat dari munculnya atribut-atribut kelompok-kelompok ideologi radikal, seperti palu arit, baik yang terpasang di sepatu, kaos, baju, spanduk serta atribut lainnya. Termasuk dengan kemasan pagelaran kesenian yang bernuansa komunis. Faham komunis sudah barang tentu harus kita musnahkan dari bumi NKRI ini, karena berapa ribu tokoh agama dan masyarakat beragama yang tumpah karena kebiadaban dan kekejaman mereeka di masa lalu, apa hal seperti itu harus terulang?
Maka timbullah pertanyaan apakah betul PKI adalah ancaman paling nyata saat ini atas Pancasila? Atau, persoalan PKI yang menyeruak dan mencederai akal sehat kita ternyata adalah semata-mata persoalan “amarah” para mantan tentara itu?
Perlunya kewaspadaan bagi setiap orang agar tidak ada tindakan-tindakan komunisme yang menyusup lewat pemahaman sekuler dan liberalisme. Penyebaran paham dan gerakan transnasional tersebut meningkat karena memanfaatkan alam kebebasan dan demokrasi di Indonesia. Dalam kondisi seperti itu sekali lagi peran Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara memegang peranan penting.
Pancasila akan menilai nilai-nilai mana saja yang bisa diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sendiri. Dengan begitu, nilai-nilai baru yang berkembang nantinya tetap berada di atas kepribadian bangsa Indonesia. Dengan pandangan hidup, suatu bangsa mempunyai pedoman dalam memandang setiap persoalan yang dihadapi serta mencari solusi dari persoalan tersebut. Marilah bentengi diri kita dengan menjadikan Pancasila sebagai pemersatu keberagaman.
Bangkitnya komunisme di Indonesia karena memanfaatkan situasi. Ada beberapa situasi yang bisa membuat ideologi komunisme dapat tumbuh subur, yakni tidak adanya supremasi hukum, sehingga menimbulkan ketidakadilan berkepanjangan diseluruh sektor, dimana supremasi hukum sangat lemah, hukum sebagai panglima tersungkur. Korupsi merajalela, dimana korupsi di Indonesia sangat menggurita, tetapi usaha penegakan terus dilakukan.
Oleh karena itu, diharapkan semua komponen bangsa harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, kewaspadaan, dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan bahaya komunisme dan terorisme.
(Im)

%d blogger menyukai ini: