Sketsa News
Home Berita Terkini, News Indonesia Harus Jaga Marwah Di Hadapan Australia

Indonesia Harus Jaga Marwah Di Hadapan Australia

Sketsanews.com  – Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad menegaskan Indonesia harus menjaga marwah di hadapan Australia. Hal ini dikatakannya dalam menanggapi ketegangan hubungan Indonesia dan Australia yang kembali muncul seiring dugaan adanya materi yang melecehkan kedaulatan Indonesia dalam pelatihan militer Australia. Namun, kedua negara segera berupaya meredakan
Kamis (5/1), Menteri Pertahanan Australia Marise Payne menyatakan permohonan maaf secara resmi dan berjanji materi pelatihan yang menghina Indonesia akan segera diganti.

Menanggapi permohonan maaf tersebut, pemerintah Indonesia juga menunjukkan itikad baik untuk tidak memperpanjang ketegangan, meskipun tetap menunggu hasil investigasi mengenai pelecehan dari militer negeri Kanguru tersebut.

Dikutip dari Rmol ,  Farouk mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap menunjukkan ketegasan meskipun Australia telah meminta maaf.

“Indonesia harus tegas bersikap untuk memastikan bahwa Australia benar-benar berperilaku sebagai negara tetangga yang baik,” ujarnya, Senin (9/1).

Jika Indonesia lembek menurut gurubesar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu, maka kejadian serupa akan terus berulang.

“Masih belum hilang dari ingatan kita bagaimana negara tetangga kita itu berani menyadap Presiden dan keluarganya,” tandas Farouk. Kejadian ini terjadi pada zaman Presiden SBY.

Meskipun demikian, Farouk juga mengingatkan bahwa hubungan Indonesia dan Australia juga penting bagi kedua negara. Keduanya tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea selatan, Turki dan Australia), kumpulan negara-negara emerging powers yang ada di G-20 di luar blok G-7 dan BRICS. Hubungan ekonomi keduanya juga penting bagi pertumbuhan kedua negara.

Selain itu, ada masalah-masalah kejahatan internasional seperti human trafficking dan persoalan imigran yang hanya bisa diselesaikan dengan kerjasama yang baik.

“Indonesia harus mengirim pesan yang jelas, yaitu mari menjadi negara sahabat yang saling menghormati satu sama lain,” pungkas Farouk.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: