Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Enam Aktivitas ini Perbesar Risiko Diabetes

Enam Aktivitas ini Perbesar Risiko Diabetes

Ilustrasi pria makan. (Pixabay/jp26jp)

Sketsanews.com, Jakarta – Penyebab tingginya penderita diabetes pada masyarakat perkotaan, dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Jam kerja yang padat, aktivitas tinggi, seringkali menjadikan makanan instan sebagai pilihan satu-satunya yang praktis untuk dikonsumsi.

Selain itu, kurang berolahraga, bekerja hingga larut malam, tingginya asupan lemak, membuat stres menjadi tak terbendung.

Meski demikian, ada beberapa aktivitas yang mampu picu risiko diabetes jika dilakukan secara terus menerus. Dikutip dari viva.co.id, berikut ini beberapa aktivitasnya :

Konsumsi karbohidrat olahan

Sederhananya, karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, atau kentang goreng beku, tidak baik bagi tubuh karena memicu penumpukan lemak.

“karbohidrat olahan merangsang tubuh Anda untuk memproduksi lebih banyak insulin. hal ini menyebabkan lonjakan insulin dalam tubuh. Mereka  diserap dengan mudah, dan membuat Anda merasa lapar setelah mengkonsumsi mereka. Akibatnya, makan lebih banyak, demikian Dr Ambrish Mithal, Direktur Medanta Medicity.

Duduk sepanjang hari

Sebagian besar dari masyarakat dunia menghabiskan waktu hidupnya dengan duduk seharian. Mulai dari duduk di kendaraan, saat bekerja, sampai pada saat istirahat dan menonton tv di rumah. Hal ini membuat kurangnya aktivitas gerak. Menurut dr Mithal kurangnya aktivitas fisik adalah alasan terbesar di balik banyak gangguan gaya hidup seperti diabetes, tiroid, penyakit jantung.

Bekerja larut malam

Menurut dr Mithal, kurang tidur adalah salah satu keluhan umum yang paling banyak ditemui dari para profesional muda. kebanyakan dari mereka menghabiskan malam dengan bekerja atau menghabiskannya dengan ponsel pintarnya. Dia menjelaskan bahwa bekerja larut malam ialah salah satu gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko diabetes, karena saat terbangun malam hari, banyak orang yang kemudian mengonsumsi banyak makanan.

Stres

Stres memang tidak secara langsung terkait dengan diabetes tetapi dianggap sebagai faktor penyumbang. Ketika stres, tubuh melepaskan hormon stres yang disebut ‘kortisol’, yang bertentangan dengan aktivitas insulin. Hormon stres membuat gula darah naik. Jadi, Anda mungkin perlu lebih banyak insulin atau obat untuk mengendalikan itu. Selain itu, ketika stres, Anda lebih sering mengonsumsi junk food dan akan makan lebih banyak

Melewatkan sarapan

Beraktivitas dan melewatkan sarapan ialah rutinitas hampir seluruh pekerja kantoran. Banyak orang seringkali beranggapan bahwa sarapan adalah aktivtias yang membuang waktu. Padahal mereka yang melewatkan sarapan lebih mungkin untuk mengonsumsi lebih banyak kalori dan makanan berlemak siang hari

Makan larut malam

Setelah bekerja seharian, makan malam menjadi aktivitas santai sambil melepas lelah. Penelitian menyebutkan bahwa 50 persen dari kalori kita berasal dari makan malam. Hal itu akibat minimnya aktivitas fisik yang dilakukan tubuh pada malam hari. Selain itu tubuh juga tidak memiliki waktu yang cukup dan optimal untuk mencerna makanan.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: