Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Opini PDI-P Berkoalisi dengan Komunis….Benarkah ???

PDI-P Berkoalisi dengan Komunis….Benarkah ???

foto: ilustrasi       Sumber: Zonalima

Sketsanews.com, Benarkah Terjadi Kebangkitan Komunis Indonesia di era pemerintahan saat ini ? Menguatnya faksi komunis di internal PDIP & rencana besar mereka menguasai RI. Komunis hanya bersembunyi, mereka tidak pernah mati.

Komunisme sempat “mati suri” pasca runtuhnya uni sovyet dan komunisme eropa timur. Tapi komunisme china makin kuat & bermetamorfosis. Komunisme Indonesia sama saja. Tidak pernah mati. Mereka kini bangkit kembali, menguat, menyusup kemana-mana, termasuk ke PDIP dan Pilpres.

Kebangkitan kembali komunisme Indonesia sedang terjadi. Mereka siap-siap merebut kekuasaan tanpa disadari rakyat Indonesia.
Apa buktinya?

1. kebangkitan komunisme Indonesia, dapat disaksikan dengan banyaknya acara-acara dan kegiatan-kegiatan yang secara terbuka mengusung isu komunisme.

Budiman Sujatmiko, Rieke “Oneng” Pitaloka, Ribka Tjiptaning, Adian Napitupulu dll, gencar bikin acara-acara usung dan sosialisasikan komunisme. Celakanya, banyak aktifis, tokoh-tokoh, politisi-politisi, akademisi, bahkan ulama, tanpa sadar ikut terlibat dan membantu gerakan komunis ini. Mereka sadar atau tanpa sadar mendukung bangkitnya komunis Indonesia yang membonceng isu HAM, demokrasi, hak-hak buruh, anti SARA dst.

2. Komunisme yang mengagung-agungkan ateisme, selalu membenturkan agama vs negara, raih kekuasaan melalui cara-cara kekerasan = anti Pancasila dan anti agama.
Paham komunis era pasca kemerdekaan berbeda dengan komunisme era pra kemerdekaan, dimana saat itu tokoh-tokoh komunis banyak yang kuat agamanya.
Paska kemerdekaan, menguatnya komunisme Soviet dan China, komunis “hijau” sudah lenyap. Yang dominan adalah komunis merah. Pada 1945 – 1965 komunis menyusup ke TNI, berkuasa di Birokrasi, dominan politik, berpengaruh terhadap Presiden dan meraih simpati rakyat.

3. Kini, komunisme Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah jendral purnawirawan, eksis di politik, dan mulai meraih simpati rakyat. Sejumlah jendral purnawirawan binaan atau kader LB Moerdani memanfaatkan tokoh-tokoh komunis Indonesia untuk mewujudkan rencana mereka, yakni menghancurkan Islam
Upaya hancurkan Islam adalah bagian dari rencana menguasai Indonesia. Karena Islam adalah kekuatan riil di Indonesia, bersama TNI/Polri.

Anda dapat lihat bagaimana maraknya sentimen anti islam dilancarkan melalui konspirasi global, agen-agennya AWaS, kader-kader Moerdani & komunis. Lihat bagaimana oknum-oknum KPK ditunggangi mereka untuk menghancurkan simbol-simbol islam melalui kasus-kasus korupsi yang melibatkan tokoh partai islam.

Anda lihat bagaimana media-media massa dimanfaatkan utk mengkerdilkan tokoh-tokoh islam dan mengorbitkan tokoh-tokoh sekuler sebagai IKON di tengah-tengah masyarakat. Anda lihat bagaimana media massa sangat gencar mengeksploitasi aib para ulama, ustad dan tokoh islam, baik yg riil ataupun jadi-jadian. Karena Indonesia sekarang menganut demokrasi liberal dimana kekuasaan harus diraih melalui partai politik, aktifis-aktifis komunis ramai-ramai masuk partai.

Partai yang paling mengakomodir para tokoh-tokoh komunis ini adalah PDIP. Karena romantisme sejarah atau pun karena pertimbangan praktis. Tokoh-tokoh eks PRD, FORKOT dan ormas-ormas lain berpaham kiri, sosialis utopis, komunis, ramai-ramai masuk PDIP. Sekarang mereka mau kuasai PDIP.

Faksi komunis di PDIP semakin menguat ketika PDIP bekerjasama dengan Partai Komunis China (PKC) varian Mao Ze Dong faksi Atheis. PDIP mengirim kader-kadernya belajar ke PKC. Sedikitnya tiga kali atau 3 gelombang pengiriman kader-kader PDIP belajar PKC China. Disana mereka belajar & merevitalisasi ideologi komunis.

Ini delegasi ketiga >> 15 Kader PDIP studi di Partai Komunis China |//t.co/ANM5lrOxHd//t.co/QcIRr3YZ2X lewat @merdekadotcom

Sebentar lagi PDIP akan dirikan sekolah Partai. Sebagai follow up hasil studi di Partai Komunis China. Waspadalah //t.co/YoSy63UsKw

Kerjasama PDIP dan Partai Komunis China ini sudah terjalin serius sejak 2011 lalu //t.co/ptjuaEwN4y

4. Kebangkitan Komunisme Indonesia dapat dicermati dari statement
politisi senior PDIP alumnus Partai Komunis China Eva K Sundari akhir-akhir ini.
Diantara statementnya adalah :

a. “kader PDIP wajib awasi & inteli kutbah Shalat Jumat”
b. “Situs Islam lebih bahaya daripada situs porno”
Bahkan  secara terang-terangan  mengakui kalau ia adalah anak PKI, sebagaimana buku yang ditulisnya “AKU BANGGA JADI ANAK PKI”.

5. Dan masih banyak bukti konkret lainnya, yang dapat kita lihat secara langsung atau lewat media massa.

Dari bukti-bukti itu, masihkah kita menutup mata atau pura-pura tidak melihat bangunnya PKI di Indonesia yang telah berkoalisi dengan PDI-P ?

Mari… Kita buka mata dan akal sehat kita.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: