Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Guru PAUD Deklarasikan Antikekerasan Terhadap Anak

Guru PAUD Deklarasikan Antikekerasan Terhadap Anak

Setop kekerasan terhadap anak.
Sketsanews.com, Ungaran — Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadi pendidik anti kekerasan terhadap anak. Komitmen para guru PAUD ini dilaksanakan dalam acara deklarasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Semarang, di pendopo kabupaten setempat.

Menurut Ketua HIMPAUDI Kabupaten Semarang, Endah Indriyatri, ada lima poin penting dalam deklarasi pendidik antikekerasan terhadap anak. Yakni para pendidik PAUD berkomitmen untuk membangun generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Selain itu juga bertekad untuk menciptakan generasi bangsa yang cinta terhadap tanah airnya.

Para pendidik PAUD ini juga bertekad untuk menghargai hak dan tumbuh kembang anak. “Para pendidik PAUD juga menegaskan anti kekerasan dalam bentuk apapun guna menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak didiknya,” kata Endah.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi Mundjirin melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mendukung aksi para pendidik ini. Ia menuturkan komitmen itu wujud tanggungjawab pendidik di Kabupaten Semarang –yang oleh Pemerintah Pusat— telah ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten Ramah Anak, di tanah air.

Baginya, komitmen ini harus dibarengi dengan implementasi serta tindakan yang positif dari para pendidik terhadap anak didiknya. “Ajarkan anak murah senyum dan jauhkan segala bentuk kekerasan dalam mendidik,” jelas Dewi.

Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Ungaran Barat, Ertania Johana Maryasmara menambahkan, para guru sepakat mengusung kebhinekaan pada tiap perjumpaan dengan anak didik. Pada intinya, kami ingin menanamkan cinta damai antara pendidik dengan anak didik, serta lingkungan di mana anak- anak calon penerus bangsa ini mendapatkan pendidikan.

“Sehingga lingkungan pendidikan (Red; PAUD) mampu menjadi tempat yang aman, nyaman serta berperan besar dalam membentuk karakter anak,” tegasnya.

Ia juga mengakui, Kabupaten Semarang merupakan daerah yang selama ini masih aman terhadap kasus- kasus kekerasan anak di tingkat PAUD. Ia berharap deklarasi ini mampu memberi dukungan bagi upaya menjauhkan anak dari aksi kekerasan di dunia pendidikan.

“Sehingga, Kabupaten Semarang bisa menjadi contoh bagi upaya melawan kekerasan terhadap anak bagi Jawa Tengah maupun tanah air,” kata dia mengakhiri. (Ad)

( Sumber : Republika.co.id )
%d blogger menyukai ini: