Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News Akun-Akun Terkait FPI Ditutup oleh Twitter, Linimasa Riuh Perang Tagar

Akun-Akun Terkait FPI Ditutup oleh Twitter, Linimasa Riuh Perang Tagar

Sketsanews.com, Jakarta – FPI menuding Presiden Jokowi berada di balik penutupan empat akun mereka.

Senin (16/1), Twitter menutup empat akun milik anggota Front Pembela Islam (FPI), termasuk milik Habib Rizieq Shibab—ustaz kontroversial dan pendiri FPI—beberapa saat sebelum ribuan massa Islam garis keras berkumpul di Jakarta menuntut Kapolda Jabar Anton Charliyan diberhentikan dari jabatannya.

Akun Twitter @DPP_FPI, @FPIonline, @HumasFPI dan @syihabrizieq semuanya ditutup pagi ini. Selang beberapa jam kemudian, tagar #IndonesiaTanpaRizieq langsung trending di Jakarta. Para pendukung kelompok Islam garis keras itu tidak mau kalah, balik mencuitkan tagar #RakyatBersamaFPI sekaligus membuka akun Twitter baru, @DPP__FPI (lebih panjang satu ‘_’).

FPI menyalahkan Presiden Joko Widodo atas penutupan akun kelompok tersebut. Organisasi ini menggunggah gambar di akun Twitter baru mereka, menuding aksi penutupan akun tersebut merupakan pertanda paniknya presiden Jokowi dan calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja ‘Ahok’ Purnama atas sepak terjang ‘muslim cyber army’ mengungkap kebenaran. Apa kebenaran yang dimaksud tidak terlalu dijabarkan dalam postingan tersebut. FPI mengklaim siap membuat akun baru setiap kali ditutup. “Tiga akun di-suspend, 300 akun lahir. Jika 300 akun di-suspend lagi, kita bikin 3.000 akun,” tulis akun @DPP__FPI.

Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Izza, membantah tudingan FPI. Dia menyatakan penutupan ini dipicu reaksi organik pengguna Twitter di Indonesia. “Tidak ada [keterlibatan pemerintah],” kata Izza saat dihubungi VICE Indonesia. “Kemungkinan itu dilakukan melalui self report oleh pengguna Twitter sendiri.”

Penutupan oleh Twitter menjadi pukulan kesekian bagi eksistensi kelompok Islam garis keras yang semakin aktif tersebut di dunia maya. Sebelumnya, akun Instagram FPI pernah ditutup karena memperoleh laporan seusai menyebar ujaran kebencian.

FPI menjadi pusat perhatian nasional rakyat Indonesia sejak akhir 2016 setelah terlibat dalam beberapa aksi protes terhadap gubernur Jakarta Ahok. Setelah dua aksi demo yang sukses, diperkirakan diramaikan sedikitnya setengah juta warga Muslim, FPI semakin meningkatkan intensitas aktivitasnya. Aksi FPI menyerbu mal-mal besar yang menampilkan aksesoris berbau Natal pun akhirnya menarik kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk terlibat dalam kekisruhan tersebut.

Hanya dalam waktu beberapa bulan, pendiri FPI Rizieq Shihab dilaporkan ke polisi beberapa kali. Dia dituduh menghina Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Dia juga dilaporkan karena menuduh adanya komplotan komunis yang diam-diam memasukkan lambang palu arit ke lembaran kertas Rupiah yang baru. Dan tentunya dia juga dilaporkan karena dianggap kerap melemparkan lontaran kebencian.

Ketika Habib Rizieq berada di Bandung, Jawa Barat untuk dimintai keterangan oleh polisi atas tuduhan menghina Sukarno dan konstitusi negara, Pancasila, ratusan aparat keamanan dikerahkan menjaga situasi. Ratusan anggota FPI terlihat berkumpul di luar kantor polisi. Keadaan menjadi kisruh ketika ormas tandingan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) muncul di kantor polisi. Mereka mendesak Rizieq Shihab dipenjara, sementara FPI tentunya menuntut pemimpin mereka dibebaskan.

Kedua kelompok ini lalu bentrok di luar kantor polisi. Seorang anggota FPI ditusuk. Esoknya, kantor GMBI dibakar hingga rata dengan tanah. Belum ditemukan siapa pihak bertanggung jawab atas pembakaran ini.

Sejak pagi hingga siang tadi, FPI menggelar pawai protes di luar kantor pusat Kepolisian Indonesia di Jakarta Selatan dan menuntut pemecatan Inspektur Jendral Polisi Kapolda Jabar Anton Charliyan atas kelalaiannya mencegah kekerasan yang terjadi di luar kantor kepolisian Bandung. Akun Twitter baru FPI mengunggah rekaman demo yang sedang terjadi menggunakan drone.

Dilansir dari Vice, dilaporkan 2.000 anggota kepolisian dan 800 personel TNI dikerahkan ke lokasi di sekitar Polda Metro Jaya menjaga ketertiban ketika protes berlangsung. Demo FPI berakhir pada pukul 14.30 WIB.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: