Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Istri Penembak Massal di Kelab Malam Gay Orlando Ditangkap FBI

Istri Penembak Massal di Kelab Malam Gay Orlando Ditangkap FBI

Foto: Omar Mateen via Myspace/Handout via REUTERS

Sketsanews.com, Washington Dc – Istri Omar Mateen, penembak kelab malam di Orlando, Amerika Serikat ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) di rumahnya di California. Penangkapan ini terjadi seiring dugaan wanita itu mengetahui rencana suaminya untuk melakukan penembakan massal tersebut.

Mateen menembak mati 49 orang di kelab malam gay, Pulse pada 12 Juni 2016 lalu. Insiden itu disebut sebagai penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS.

Mateen yang orangtuanya berimigrasi dari Afghanistan, tampaknya menjadi radikal setelah menyaksikan propaganda jihadis online.

Media-media AS melaporkan, istri Mateen, Noor Salman mungkin telah mengetahui rencana suaminya untuk melakukan pembantaian tersebut. Juru bicara FBI, Prentice Danner mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/1/2017), wanita keturunan Palestina itu ditangkap pada Senin (16/1) pagi waktu setempat di Rodeo, sebuah komunitas yang berada sekitar 40 kilometer timur laut San Francisco.

Danner menolak menjelaskan lebih detail mengenai penangkapan tersebut. Namun dikatakannya, wanita itu menghadapi sejumlah dakwaan yang diajukan di Florida.

Salman dijadwalkan muncul di pengadilan federal di Oakland, California pada Selasa (17/1) waktu setempat.

“Ini masalah yang terus kami tangani dengan sangat serius,” kata Jaksa Agung AS Loretta Lynch pada media MSNBC.

“Kami katakan sejak awal bahwa kami akan menyelidiki semua aspek kasus ini, semua aspek kehidupan penembak ini — untuk memastikan bukan hanya mengapa dia mengambil tindakan ini, namun juga memastikan siapa lagi yang mengetahui soal itu, apakah orang lain terlibat, apakah ada akuntabilitas lain yang perlu ada dalam kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya dalam wawancara yang dimuat di media ternama The New York Times pada November 2016 lalu, Salman mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apapun terkait penembakan massal itu.

“Saya tidak membenarkan apa yang telah dia lakukan,” ujar Salman saat itu seraya mengatakan bahwa suaminya itu mudah marah dan kerap memukulinya, dikutip dari detik.
(Sh)

%d blogger menyukai ini: