Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Xi Jinping: Dunia Butuh Hubungan China dan AS yang Stabil

Xi Jinping: Dunia Butuh Hubungan China dan AS yang Stabil

Xi Jinping mengatakan, di bawah pemerintahan Barack Obama, hubungan China dan AS semakin kuat dengan hasil yang juga positif. (Reuters/Jason Redmond)

Sketsanews.com, – Menjelang pelantikan Donald Trump, Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa dunia membutuhkan hubungan China dan Amerika Serikat yang baik.

“Kepentingan mendasar dari warga kedua negara, dan dunia membutuhkan kerja keras China dan Amerika Serikat untuk menciptakan hubungan yang stabil,” ujar Xi sebagaimana dikutip Reuters.

Pernyataan ini dilontarkan Xi kepada Wakil Presiden AS, Joe Biden, di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Selasa (17/1).

Xi mengatakan, di bawah pemerintahan Barack Obama, hubungan China dan AS semakin kuat dengan hasil yang juga positif. Nilai perdagangan dan pertukaran antar-penduduk juga mencapai rekor baru.

“Dalam 38 tahun setelah dimulainya hubungan diplomasi, hubungan antara kedua negara diwarnai angin dan hujan, tapi secara umum terus maju,” ucap Xi.

Namun, Xi sama sekali tidak menyinggung Trump yang akan dilantik untuk menggantikan Obama pada Jumat (20/1) mendatang.

Sebelumnya, Trump mengatakan akan mempertimbangkan pemberlakuan tarif impor barang-barang dari China.

Menurutnya, perdagangan kedua negara tidak seimbang karena China memberlakukan pajak yang sangat tinggi untuk barang AS, berbeda dengan kebijakan Washington terhadap produk Beijing.

Trump juga mempertanyakan kepentingan negaranya untuk menghormati prinsip “Satu China.” Isu ini menjadi perhatian setelah China memprotes Trump karena berkomunikasi langsung dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

China khawatir Taiwan mendekati AS untuk mendukung kemerdekaan negaranya dari China. Pasalnya, Tsai dikenal sebagai pemimpin yang pro-kemerdekaan.

Beijing pun berulang kali mengingatkan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari China sesuai dengan prinsip ‘Satu China’.

Namun, Trump menyebut bahwa komunikasi itu terjadi hanya karena Tsai ingin mengucapkan selamat atas kemenangan sang taipan real estate itu dalam pemilihan umum tahun lalu.

Trump kembali menyulut emosi China ketika ia memberikan komentar dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Jumat pekan lalu.

Ketika ditanya komentarnya mengenai prinsip ‘Satu China’ terkait masalah Taiwan, Trump berkata, “Semuanya sedang dalam proses negosiasi, termasuk Satu China.” Seperti dilansir cnnindonesia.

Menanggapi komentar Trump ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, menuturkan, “Prinsip ‘Satu China’ merupakan dasar politik hubungan China-AS dan itu tidak dapat ditawar-tawar.”

(Sh)

%d blogger menyukai ini: