Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News “Konglomerat Papan Atas Pindah Kewarganegaraan, Bukti Rezim Penguasa tak Berdaya”

“Konglomerat Papan Atas Pindah Kewarganegaraan, Bukti Rezim Penguasa tak Berdaya”

Sketsanws.com, Jakarta – Fakta bahwa sejumlah konglomerat papan atas berpindah kewarganegaraan menjadi bukti bahwa negara tidak berdaya dalam menghadapi konglomerat bermasalah.

Penegasan itu disampaikan aktivis politik Rahman Simatupang (18/01). “Kalau sudah pindah kewarganegaraan, ini menunjukkan ada yang tidak baik terhadap lima konglomerat itu,” kata Rahman.

Kata Rahman, dengan berpindahnya lima konglomerat itu berarti negara tidak punya kewajiban untuk menagih pajak mereka. “Padahal secara pribadi mereka kaya. Yang kena pajak hanya yang memiliki usaha di Indonesia,” papar Rahman.

Rahman menduga ada permainan uang terkait perpindahan kewarganegaraan konglomerat itu. “Mengapai pegawai di imigrasi maupun terkait, mudah menerima konglomerat yang berpindah kewarganegaraan. Uang yang bermain, dan bisa pindah kewarganegaraan secara cepat,” kata Rahman.

Terkait hal itu, Rahman mendesak Kementerian Keuangan melalui Dirjen Pajak mengumumkan lima konglomerat tersebut. “Publik biar tahu, siapa konglomerat yang tidak punya rasa nasionalis tersebut,” pungkas Rahman.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi mengklarifikasi data yang dilansir majalah ternama asal Amerika Serikat, Forbes, tentang 50 orang terkaya Indonesia yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

“Banyak WP (Wajib Pajak) besar atau konglomerat yang tidak punya NPWP. Bukan 50 orang, tapi lima orang,” ujar Ken dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Jakarta (17/01).

Ken menjelaskan, seperti dikutip dari Itoday, kelima orang tersebut bukan lagi menjadi subjek pajak karena telah berpindah kewarganegaraan. Sesuai dalam ketentuan payung hukum yang berlaku, siapapun yang meninggalkan Indonesia lebih dari 183 hari maka bukan lagi menjadi subjek pajak.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: