Sketsa News
Home Berita Terkini, News Masih Rangkaian HUT, PDI-P Akan Gelar Ngaji Kebangsaan

Masih Rangkaian HUT, PDI-P Akan Gelar Ngaji Kebangsaan

Sketsanews.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melalui organisasi keagamaan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) akan menggelar “Ngaji Kebangsaan”. Ngaji Kebangsaan ini masih dalam rangkaian HUT ke-44 PDI-P.
Rencananya, acara Ngaji Kebangsaan tersebut digelar di kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh pengurus dan kader partai serta tokoh masyarakat. Akan hadir juga Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) KH. Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto seusai diskusi dengan Gus Nuril di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat (Kamis, 19/1). Saat diskusi turut hadir Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idham Samawi, dan Ketua DPP PDIP bidang Keanggotaan dan Organisasi, Djarot Syaiful Hidayat. Untuk diketahui Bamusi dipimpin oleh Ketua Umum Prof. Hamka Haq dan dan Sekjen Nasyirul Falakh Amru.

“Acara dimulai pukul 19.30 WIB atau seusai Shalat Isya. Ngaji Kebangsaan adalah menyapa bangsa dengan taman hati,” kata Hasto.

Taman Hati yang dimaksud Hasto adalah satu makna dengan Taman Sari yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar Negara Indonesia untuk menyatukan segala bentuk perbedaan menuju satu tujuan Indonesia jaya.

“Karena itu, seperti dikatakan Bung Karno, Indonesia adalah taman sari peradaban dunia. Di taman sari inilah hidup berbagai macam suku bangsa dengan berbagai macam warna kulit, bahasa, dan keyakinan,” ungkapnya.

Dengan Ngaji Kebangsaan yang akan digelar PDI-P ini, lanjut Hasto, sekaligus juga untuk menguatkan komitmen dalam berbangsa bahwa keberagaman dalam berbangsa pada hakikatnya adalah sebuah kekayaan dan sebuah keniscayaan yang seharusnya membuat bangsa ini bisa semakin besar dan jaya.

Dengan demikian, Ngaji Kebangsaan tersebut juga sekaligus untuk menonjolkan bahwa nilai-nilai agama sudah dimasukkan oleh para pendiri bangsa saat menyusun dasar negara Pancasila sehingga menyimpan nilai-nilai ketuhanan, kesetaraan, toleransi, pluralisme, dan persatuan yang berakar pada sejarah pembentukan bangsa , seperti yang dikutip dari Rmol .

(Eni)

%d blogger menyukai ini: