Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Kementerian PUPR Jaring Investor Asing Melalui Skema KPBU

Kementerian PUPR Jaring Investor Asing Melalui Skema KPBU

Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang gencar melakukan dengan cara menjaring investor asing untuk lebih aktif membiayai infrastruktur di Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh agar minat investasi meningkat yakni membentuk skema pola kerjasama – kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

“Kita harus bisa membesarkan pasar konstruksi Indonesia hingga merata dpercepatan pembangunan Infrastruktur i seluruh mancanegara. Kontraktor Indonesia sekarang ini hebat terlihat dari kiprah yang dihasilkan, ” Kata Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib, seperti dilansir dari Okezone, Jumat (20/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bina Konstruksi menyampaikan bahwa Infrastruktur ekonomi di Indonesia sangat memerlukan kerjasama dalam bentuk investasi. Hal ini mengingat besarnya pendanaan infrastruktur yang dialokasikan pemerintah saat ini tidak mencukupi. Perlu pelibatan investor asing agar pendanaan Pembangunan Infrastruktur terpenuhi.

Simpul KPBU di Kementerian PUPR difungsikan untuk menjembatani seluruh Penyediaan Infrastruktur yang ada. Dengan demikian, karena ada pengendalian dari pemerintah.

“Kehadiran Simpul KPBU pada Kementerian PUPR dapat mengurangi transaction cost of economic dari proyek KPBU, sekaligus membangun trust pada investorasing dalam melakukan skema KPBU pada proyek infrastruktur PUPR, “ tambahYusid.

Rangkaiana cara ini merupakan bagian dari pelantikan Anggota Duta Besar LBBP 2017 yang barusaja disahkan yang akan ditempatkan di masing-masing negara.
Pemaparan yang disampaikan oleh masing-masing Lembaga dan Kementerian ini berfokus kepada Penguatan Kerjasama ekonomi yang akan memeberikan manfaat bagi kesejahteraan Indonesia.

Bidang-bidang yang dikerjasamakan akan menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugasnya yakni Infrastrukur, energi, maritime dan lain-lain.

Diharapkan dengan kerjasama tersebut akan meningkatkan Ekspor Indonesia, sekaligus menjadi kesempatan tenaga kerja konstruksi Indonesia untuk menunjukan keahlian di pasar Internasional.
(Ro)

%d blogger menyukai ini: