Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Makan Lebih Sedikit Bisa Bikin Lambung Menyusut?

Makan Lebih Sedikit Bisa Bikin Lambung Menyusut?

Foto: Ilustrasi/thinkstock

Sketsanews.com, Jakarta – Lambung memang elastis. Hanya saja, kadang kala ada orang yang berpikir bahwa ‘memanipulasi’ lambung bisa menurunkan berat badan. Caranya, dengan membiasakan diri makan lebih sedikit sehingga lambung akan menyusut.

Akhirnya, porsi makan pun terbiasa sedikit. Terkait hal ini, pakar gastroenterologi dari Bariatric Endoscopy Institute Gastroenterology & Weight Management, Illnois, lambung memang lentur seperti karet.

Misalnya, lambung bisa menerima makanan dalam jumlah banyak sehingga itu membuat seseorang terhindar dari kelaparan. Tapi, bagaimana dengan penyusutan lambung ketika tubuh dibiasakan mengasup makanan dalam jumlah sedikit?

“Lambung mampu kembali ke ukuran normalnya setelah meregang karena mendapat asupan makanan dalam jumlah banyak. Tapi, ini tidak akan mengecil, bahkan ketika Anda mulai makan dalam jumlah lebih sedikit,” tegas Kumar.

Jika lambung bisa mengerut, maka dapat dipastikan seseorang yang kurus punya ukuran lambung lebih kecil ketimbang mereka yang gemuk atau obesitas. Sebuah studi dalam jurnal Gastroenterology mengungkapkan bahwa berapa pun berat badan seseorang, ukuran lambungnya sama.

Kumar menambahkan, umumnya seseorang akan merasa lapar ketika jumlah kalori yang diasup dikurangi. Dalam situasi ini, kata Kumar, tubuh mulai berpikir bahwa seseorang lapar. Kemudian, akan muncul dorongan fisiologis dan respons hormonal yang mencoba membuat tubuh kembali ke bobot semula.

“Sistem tubuh dibanjiri dengan hormon lapar ghrelin dan di saat bersamaan, suhu tubuh dan metabolisme Anda rendah untuk menghemat energi yang ada. Pada situasi seperti ini bukan tak mungkin Anda yang bobotnya sudah turun, akan kembali naik,” tambah Kumar, seperti dikutip dari detikcom.

Maka dari itu, ia menyarankan bagi seseorang yang hendak menurunkan berat badan, jangan pangkas asupan kalori secara drastis. Lebih baik, kurangi asupan kalori 100 sampai 200 kalori per hari. Sehingga, tubuh tak menganggap Anda kelaparan dan penurunan berat badan bisa terjadi dengan stabil, meski perlahan.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: