Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Wind House di Pulau Jeju, Rumah Berbentuk Aneh tapi Menakjubkan

Wind House di Pulau Jeju, Rumah Berbentuk Aneh tapi Menakjubkan

Sketsanews.com, JEJU – Sebuah rumah aneh telah dibangun di Pulau Jeju, Korea Selatan. Rumah ini tidak terlihat sebagaimana rumah pada umumnya. Ada satu hal yang membuat aneh yakni di bagian atap rumah ada sebuah objek yang menonjol berwarna emas.

Dilansir dari laman In Habitat, Minggu (22/1/2017), seorang arsitek asal Seoul, Moon Hoon memang selalu berfikir out of the box. Seperti diketahui, dia juga merupakan arsitek yang berperan dalam proyek Star Wars House dan rumah Lollipop yang terinspirasi dari permen. Proyek yang baru-baru rampung dikerjakannya di Pulau Jeju adalah Wind House, sebuah bangunan dengan struktur di atasnya ada objek berskala besar berwarna emas yang memiliki kemiripan dengan kepala bebek atau bahkan pengering rambut (hairdryer).
Meski penampilan rumah terlihat aneh, objek berwarna emas tersebut terinspirasi dari lansekap penyapu angin. Sedangkan warna emasnya berkaitan dengan musim gugur dan musim dingin. Moon Hoon mendapat klien seorang dokter mata yang menugaskan dirinya untuk merancang tiga rumah kecil dengan persyaratan bahwa ketiganya harus unik dan fungsional. Alhasil, terbangun lah Wind House yang terbuat dari dinding batu vulkanik, kemudian dua rumah di dataran lebih rendah berdiri pada sudut kanan satu sama lain.

Sedangkan rumah ketiga berada di atas, tepat di tengah-tengah yang digambarkan oleh Hoon seperti “mekar seperti bunga emas”. Bagian dalam rumahnya, dapat diakses melalui tangga spiral. Ruangan yang ada di dalam bangunan yang mirip dengan kepala bebek berwarna emas itu mencakup ruang tamu, dapur, dan kamar tidur. Berbeda dengan ruang interior lainnya, ruangan ini didominasi warna putih dan relatif minimalis, interiornya dicat warna merah cerah dilengkapi dengan furnitur hitam dan lantai zebra print. Ada pula sebuah jendela yang menawarkan pemandangan ke arah Hallasan, sebuah gunung berapi yang terletak di tengah pulau.
Seperti diberitakan di Tirto.id, “Perbedaan paling menonjol dan kontras di antara rumah-rumah horizontal lainnya menjadikan semacam kontras harmoni seperti bunga mekar di antara dedaunan hijau,” kata arsitek.
(Im)

%d blogger menyukai ini: