Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Penurunan Produksi Minyak Dunia Lebih Cepat

Penurunan Produksi Minyak Dunia Lebih Cepat

Sketsanew.com NEW YORK,  – Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) dan produsen minyak di luar OPEC mendekati target penurunan produksi minyak sebesar 1,8 juta barel dalam kurun waktu hanya kurang dari dua bulan setelah kesepakatan.

Optimisme Menteri Energi Rusia Alexander Novak tersebut, disampaikan saat konferensi pers dengan wartawan, Minggu (22/1/2017) usai pertemuan pertama komite OPEC yang dibentuk untuk memantau kepatuhan perjanjian 10 Desember.

Dalam perjanjian itu, Rusia bersama 10 negara lain di luar OPEC memutuskan untuk bergabung dengan 13 negara anggota OPEC, mengurangi kelebihan pasokan global sebesar 1,8 juta barel dalam enam bulan pertama 2017.

Dikutip dari CNBC.com, Senin (23/1/2017) Novak mengatakan, banyak negara mengurangi produksi lebih dari yang dijanjikan. Ia pun memperkirakan akhir Januari ini, produksi minyak sudah turun 1,5 juta barel.

Minyak mentah dijual lebih dari 100 dollar AS per barel pada musim panas 2014. Namun harga turun di bawah 30 dollar AS per barel di Januari 2016. Harga minyak naik di atas 50 dollar AS per barel di penghujung 2016 seiring dengan upaya yang dilakukan OPEC dan produsen di luar organsasi tersebut.

Novak mengatakan, negaranya yang berencana memotong 300.000 barel per hari (bph) telah merealisasikan sebesar 100.000 bph. Jumlah itu dua kali lipat dari yang telah diproyeksikan pada Januari sebesar 50.000 bph.

Selama bertahun-tahun, anggota OPEC mengabaikan pentingnya mengurangi produksi dalam rangka memaksimalkan penjualan. Tetapi, melihat perkembangan perjanjian yang diumumkan Minggu lalu, Menteri Perminyakan Kuwait, Issam A Almarzooq sangat optimistis dengan keberhasilan utama perjanjian.

“Kami akan mencapai 100 persen keputusan,” kata Almarzooq.

Pada hari Jumat (20/1/2017), patokan minyak mentah AS dijual di harga 52,42 dollar AS per barel di New York. Sementara itu, patokan minyak mentah Brent dijual di harga 55,49 dollar AS per barel di London.(Ags)

%d blogger menyukai ini: