Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Headlines, News MA Vonis 9 Tahun Bui AKPB Idha yang Ditangkap Polisi Diraja Malaysia

MA Vonis 9 Tahun Bui AKPB Idha yang Ditangkap Polisi Diraja Malaysia

AKBP Idha Endi Prastiono

Sketsanews.com, Jakarta – Masih ingat AKBP Idha Endri Prastiono yang ditangkap polisi Diraja Malaysia karena narkoba pada 2014 lalu? Ternyata ia juga melakukan kejahatan berupa memanipulasi barang bukti mobil mewah di kasus narkoba.

Kasus itu bermula saat Ditnarkota Polda Kalbar menangkap bandar sabu Chiew Yem Khuan pada 19 Agustus 2013. Ikut dalam penangkapan itu AKBP Idha. Dari penangkapan itu didapati ribuan butir ekstasi dan 250 gram sabu.

Dari rumah di Jalan Jambu Mente, Pontianak itu juga didapati mobil Mercedes-Benz C-200 warna silver. Mobil mewah itu lalu dibawa Mapolda sebagai benda sitaan. Mobil itu diambil tanpa surat tanda terima dan berita acara.

Ternyata, APBP Idha mengambil kembali mobil tersebut dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Pelat nopol pin diganti dari QAW 5275 menjadi B 8000 SD. Sepuluh hari setelahnya, mobil itu dikirim ke Jakarta untuk dijual.

Setelah APBP Idha tertangkap polisi Diraja Malaysia di Kuching, terungkaplah kejahatan AKBP Idha. Termasuk kasus penjualan barang bukti Marcedes-Benz tersebut. AKBP Idha akhirnya juga diproses untuk kasus tersebut.

Pada 11 November 2015, AKBP Idha dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Pontianak. Hukuman itu diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Pontianak. Atas putusan itu, jaksa dan AKBP Idha juga mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Menyatakan terdakwa Idha Endri Prasetiono melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pipdana selama 9 tahun penjara dan dena Rp 200 juta subsidair 6 bulan,” putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website MA, Senin (23/1/2017).

Menurut majelis, perbuatan AKBP Idha telah menyalahgunakan kekuasaan dengan cara memaksa tanpa dasar penyitaan satu buah unit Marcedes-Benz.

“Juga melakukan perbuatan pemalsuan pelat mobil dengan mengunakan nama palsu terdakwa sendiri menjadi AKBP Prasetyo,” putus majelis yang diketuai Prof Dr Surya Jaya dengan anggota Prof Dr Abdul Latief dan Syamsul Rakan Chanigo pada Juni 2015.

Seperti dikutip detikcom, bahwa hukuman AKBP Idha di atas masih ditambah dengan hukuman lain kasus lainnya.

(Jp)

%d blogger menyukai ini: