Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Wiranto: Hoax Jadi Tren Dunia, Semua Negara Hadapi Masalah Sama

Wiranto: Hoax Jadi Tren Dunia, Semua Negara Hadapi Masalah Sama

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Koordinasi Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menghadiri perayaan ulang tahun Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang ke-70. Dia berbicara sejumlah tema, mulai dari peran budayawan dalam ranah sosial-politik hingga merebaknya hoax di dunia.

Dia memuji perayaan dalam bentuk pagelaran drama teater sangatlah unik, terkhusus melibatkan budayawan-budayawan bangsa yang dengan gamblangnya menyindir dunia politik.

“Bagus sekali ya ulang tahun semacam ini. Ulang tahun yang sangat menarik karena belum pernah ada ulang tahun yang kemudian mengundang budayawan, dan menggelar satu budaya, dan menyadarkan kita para politisi bahwa sebenarnya budaya kita itu bisa menyatukan bangsa ini,” kata Wiranto usai menonton teater kebangsaan berjudul Tripikala di Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Wiranto berpendapat melalui kisah Tripikala yang disajikan sastrawan Agus Noor Cs, para politikus dapat mengambil pelajaran untuk berperilaku politik lebih arif di tengah perbedaan pendapat. Tidak perlu ada konflik dalam perbedaan pendapat karena sejatinya Indonesia lahir dari kebhinnekaan itu sendiri.

“Dan ragam budaya itu bukan membuat kita pisah. Kita disadarkan budayawan sebenarnya politisi pun tidak perlu untuk berpisah atau berbeda pendapat sampai menimbulkan konflik dan sebagainya. Tatkala budaya kita, budaya Nusantara disadarkan para budayawan,” jelas Wiranto.

Salah satu isu pemecah bangsa yang hangat diperbincangkan saat ini adalah berita bohong atau hoax. Mantan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menerangkan cara mengatasi hoax adalah dengan mengeliminasi dan menetralisir bahayanya. Beban meminimalisir pengaruh buruk hoax tak hanya ada di pundak pemerintah, tetapi juga masyarakat.

“(Hoax) Itu kan sudah jadi tren di dunia ya. Semua negara di dunia menghadapi hal yang sama. Tinggal bagaimana tiap-tiap negara mampu mengeliminasi dan menetralisir bahaya hoax itu dan itu membutuhkan kesadaran masyarakat, bukan diserahkan begitu saja ke pemerintah,” terang dia.

Dari laman Detik, dia meminta masyarakat untuk menyadari dampak buruk jika tenggelam dalam hoax. Masyarakat tak akan lagi mampu menemukan kebenaran dalam kehidupan bernegara.

“Maka artinya kita menyerah pada usaha-usaha merusak kesatuan dan persatuan, kecuali kita melakukan upaya-upaya yang terkoordinir untuk bisa menepis hoax itu.”

“Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada berita-berita yang nyata-nyata tak sesuai kenyataan,” tutup dia.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: