Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Setelah Gempa, Warga Dikepung Banjir

Setelah Gempa, Warga Dikepung Banjir

Sketsanews.com, Aceh – Setelah dilanda gempa pada 7 Desember 2016, sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dikepung banjir, kemarin. Luapan air sungai melanda hampir semua kecamatan di daerah itu.

“Kami sudah mengerahkan kapal cepat untuk mengevakuasi korban yang harus mengungsi. Akan tetapi, sampai saat ini, belum ada warga yang mau mengungsi,” papar Kepala BPBD Pidie Jaya Muhammad Nasir.

Kecamatan yang paling parah dilanda banjir ialah Bandar Dua, Ulim, Panteraja, dan Kecamatan Bandar Baru. Ketinggian air mencapai 30 cm-1,5 meter.

Banjir juga menggenangi 13 desa di Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Air berasal dari luapan Sungai Krueng Teupin Raya.

Banjir juga sempat mengganggu arus lalu lintas jalan nasional Banda Aceh-Medan, Sumatra Utara. Ketinggian air di jalan raya mencapai 30-40 cm.

“Sejumlah sekolah kebanjiran sehingga kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara,” ungkap Kepala Seksi Madrasah Kantor Kementerian Agama Pidie Imran.

Hujan lebat yang melanda Kota Yogyakarta, kemarin, juga membuat beberapa ruas jalan dan puluhan rumah tergenang air. Empat sungai besar meluap, Sungai Gajah Wong, Sungai Winongo, Sungai Manunggal, dan Sungai Buntung.

“Kami sudah menindaklanjuti laporan banjir yang masuk, sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan,” aku Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto.

Di Indramayu, Jawa Barat, BPBD menyatakan ada tiga titik tanggul Sungai Cimanuk dalam kondisi kritis. Jika itu jebol, luapan airnya akan merendam ribuan rumah di beberapa kecamatan.

“Ketiga titik itu berada di Kecamatan Jatibarang, Sindang, dan Lohbener. Kondisi tanggul suah rapuh karena bagian bawahnya terus tergerus derasnya air sungai,” ungkap Kasi Rekonstruksi BPBD Indramayu Caya, dilansir dari Mediaindonesia.
(Ro)

%d blogger menyukai ini: