Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Internasional, News proses persetujuan pengunduran diri

proses persetujuan pengunduran diri

Sketsanews.com, Brussels — Uni Eropa (UE) mengecam rencana Israel untuk membangun 2.500 rumah baru di Tepi Barat, Palestina, dengan mengatakan, rencana itu merusak “prospek solusi dua negara”.

Langkah baru yang diumumkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu dinilai UE sebagai tindakan mengganggu proses perdamaian yang sedang berjalan, seperti dilaporkan Kompas.com pada Rabu (25/1/2017).

Banyak negara juga menganggap permukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur ilegal dan menghambat perdamaian Israel-Palestina karena mengurangi dan memecah wilayah Palestina.

Rakyat Palestina menginginkan Tepi Barat dan Jalur Gaza menjadi negara yang merdeka dengan ibu kotanya adalah Jerusalem Timur.

Israel tak setuju dengan Palestina dan dunia internasional dengan mengutip hubungan alkitabiah, sejarah, dan politik terhadap negeri itu, yang juga diklaim Palestina, serta kepentingan keamanan.

Hari Minggu (22/1/2017), Israel mengumumkan rencana untuk membangun ratusan rumah baru di Jerusalem Timur. Pada Selasa (24/1/2017), diumumkan lagi pembangunan 2.500 unit di Tepi Barat.

“Kita bisa membangun di mana saja yang kita inginkan dan sebanyak yang kita inginkan,” kata seorang pejabat Israel dalam pertemuan di Tel Aviv.

Selama kampanye pemilu AS, Donald Trump yang kini telah menjabat sebagai Presiden ke-45 AS menunjukkan, ia mengabaikan penentangan oleh Barack Obama untuk pembangunan permukiman.

Sikap Trump itu membuat senang pemerintah Netanyahu, terutama setelah David Friedman diplomat yang ditunjuk Trump menjadi Dubes AS untuk Israel.

Friedman adalah pendukung setia atas pembangunan permukiman oleh Israel itu. Ia telah menjabat sebagai Ketua American Friends of Beit El, kelompok yang menggalang dana untuk permukiman.
(Ro)

%d blogger menyukai ini: