Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam Peredaran Daging Sapi Glonggongan di Yogyakarta Kian Meluas

Peredaran Daging Sapi Glonggongan di Yogyakarta Kian Meluas


Sketsanews.com, Bantul – Peredaran daging glonggongan dan tidak layak konsumsi di Bantul meningkat. Jika dua tahun lalu, angka persebaran daging tersebut tak lebih dari 30%, tahun ini diperkirakan angkanya mencapai 40-50%.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Pengusaha Daging Sapi (PPDS) Ilham Ahmadi. Ia mengatakan daging-daging yang berasal dari luar DIY itu kini mulai merangsek masuk ke pasar-pasar tradisional berskala kecil.

Di pasaran, daging-daging itu dijual dengan harga di bawah standar. Itulah sebabnya, ia khawatir hal itu akan membuat konsumen tergiur. “Padahal kualitasnya dipertanyakan,” katanya, seperti mengutip Okezone, Rabu (25/1/2017).

Untuk itu, ia menyayangkan lemahnya pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Menurut dia, pengawasan itu seharusnya bisa menjadi filter utama dalam menyaring kualitas daging dari luar Bantul. “Tapi nyatanya seperti ini. Itu artinya pengawasan pemerintah kan juga masih perlu dipertanyakan,” kata dia.

Slamet, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Bantul juga membenarkan. Saat ditemui di los miliknya, ia tidak menampik adanya peredaran daging itu di Pasar Bantul. “Saya yakin di pasar lain pun demikian,” ucapnya.

Dia mengakui, beberapa bulan lalu sempat didatangi oleh seorang pemasok daging asal Boyolali. Ketika itu, dia sempat ditawari daging dengan harga jauh di bawah standar.

Jika daging lokal biasa ia jual dengan Rp115.000 per kilogram, daging dari Boyolali itu cuma berharga Rp60.000 per kilogram. Perbedaan harga yang terlampau jauh itu sontak membuatnya curiga. “Kalau kualitas sama, mana mungkin dijual dengan harga serendah itu. Belum lagi, daging itu didatangkan dari jauh,” katanya.

Dengan kondisi perdagangan daging sapi yang kini tengah lesu, daging murah itu seharusnya bisa menjadi ladang pendapatan bagi pedagang. Tapi, dengan alasan kesehatan, ia pun mengurungkan niatnya itu.

“Memang dua pekan terakhir sedang sepi (penjualan daging sapi). Biasanya saya bisa jual 30 kilogram per hari, sekarang ini bahkan tak sampai 10 kilogram saja,” ucapnya.
(RO)

%d blogger menyukai ini: