Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Headlines, News Menlu Retno: Kasus Penyelundupan Senjata di Sudan Janggal

Menlu Retno: Kasus Penyelundupan Senjata di Sudan Janggal

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menilai kasus dugaan penyelundupan senjata yang dituduhkan ke pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII janggal. Kini Retno mengupayakan tim hukum agar bisa masuk ke Sudan membantu polisi-polisi yang dituduh menyelundupkan senjata itu.

“Karena kita melihat ada beberapa kejanggalan. Jadi pada tahap ini saya tidak akan menarik kesimpulan apapun, tetapi dari informasi yang kami terima, terjadi beberapa kejanggalan yang harus kita verfikasi lebih lanjut,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Dia kini sedang mengusahakan agar tim dari Indonesia bisa masuk ke Bandara Al Fashir Sudan. Dalam kondisi normal saja, perlu satu pekan untuk mengurus akses ke sana. Namun kini Pemerintah Sudah telah mengizinkan tim dari Indonesia untuk masuk ke sana.

“Ini adalah situasi yang tidak normal. Sehingga kita ingin bekerja sama dengan otoritas Sudan, Pemerintah Sudah untuk pemberian izin masuk ke Al Fashir, karena izin itu tidak saja datang dari otoritas Pemerintah Sudan tapi juga dari UNAMID,” tutur Retno.

UNAMID yakni United Nations-African Union Mission in Darfur. FPU dari Indonesia yang tertahan di Bandara Al Fashir merupakan bagian dari UNAMID.

Retno berencana berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Sudan, hari ini. Indonesia ingin mendapat akses secepat mungkin ke sana.

“Agar tim bantuan hukum kita dapat masuk ke Al Fashir,” kata dia.

Diberitakan, senjata dan amunisi yang diduga diselundupkan termasuk 29 pucuk senapan Kalashnikov, 4 senjata api, 6 senjata tipe GM3, 61 pistol berbagai jenis, dan sejumlah besar amunisi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan tak mungkin personel kepolisiannya menyelundupkan senjata-senjata itu. Soalnya koper milik FPU VIII berjumlah 141 buah dan sudah diperiksa sejak 19 Januari. Namun tiba-tiba saat di Bandara, sudah ada koper lain.

“Kontainernya dihitung 141, tetap sama. Lalu masuk X-ray. Koper itu masuk ada identitasnya. Sepuluh meter dari koper itu ada tumpukan jenis berbeda. Itu bukan milik kita,” kata Tito di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi pagi. Dikutip  dari laman detikcom.

(Jp)

 

%d blogger menyukai ini: