Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Operasi Intelijen dibalik OTT KPK atas Patrialis Akbar ?

Operasi Intelijen dibalik OTT KPK atas Patrialis Akbar ?

 

Menteri Hukum dan HAM Indonesia, Patrialis Akbar di kantornya Departemen Hukum dan Ham kawasan H R Rasuna Said, Kuniangan, Jakarta, 26 Januari 2009. Dalam karirnya, Patrialis pernah menjadi anggota DPR-RI dua periode 1999-2004 dan 2004-2009, Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, dan kini menjabat sebagai Hakim konstitusi masa jabatan 2013 -€“ 2018. Dok.TEMPO/ Novi Kartika

Sketsanews.com – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan prihatin atas tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya mengucapkan Innalillahi wainnailaihi rojiun. Ini musibah bagi bangsa ini jika Patrialis Akbar benar-benar menerima suap terkait dengan tugasnya sebagai hakim MK,” ujar Nasir dalam rilis tertulis, Kamis (26/1/2017), melalui Elshinta.

Menurutnya, jika benar berita ada hakim konstitusi yang tertangkap tangan oleh KPK itu sangat menyedihkan.  “Saya kenal beliau, rasanya tidak percaya kalau beliau melakukan itu. Pasalnya beliau tergolong religius dan punya sikap. Kenapa beliau masuk dalam pusaran itu, itu yang belum saya tahu. Apakah atas inisiatif sendiri akibat godaan yang terus menerus.  Atau beliau bagian dari operasi intelijen yang menargetkan beliau,” ujarnya.

Jika memang ada operasi intelijen yang menargetkan hal itu artinya memang ada upaya membunuh karakter Patrialis. Sehingga ada yang mengarahkannya untuk menerima suap.

“Tentu saja di sini saya tidak menuduh KPK untuk hal itu. Tapi bisa saja ada pihak lain. Kalau pun itu benar. Kita tunggu saja pengakuan dari yang bersangkutan. Apa itu berkaitan dengan keputusan MK soal Pasal 3 dan 4 UU Tipikor yang menyebutkan kerugian Negara menjadi delik materi, bukan delik formil. Dimana untuk menjadikan seseorang tersangka harus ada pembuktian dulu dengan adanya kerugian Negara,” ungkapnya.

Ketua KPK Basaria Panjaitan : Suap yang ketiga

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017) menyebutkan Hakim konstitusi itu ternyata sebelumnya menerima uang haram.

“Yang (USD) 20 ribu bahkan yang sudah ketiga. Tanggalnya (Kabiro Humas KPK) Febri (Diansyah) yang ini kan (update). Sudah ada pertama, kedua, ketiga,” kata Basaria Panjaitan, yang dikutip dari Detik.

Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu. Namun Basaria tidak mengungkap berapa commitment fee yang diterima Patrialis.

Seperti diketahui, Hakim MK Patrialis Akbar ditangkap penyidik KPK pada Kamis (26/1/2017) di sebuah kos mewah di wilayah Tamansari, Jakarta Barat,  setelah menerima suap terkait dengan pembahasan judicial review atau uji materi UU) Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sementara KPK juga berhasil menangkap sepuluh orang dengan barang bukti uang tunai.

%d blogger menyukai ini: