Sketsa News
Home Berita Terkini, News Setelah Patrialis, Giliran Jokowi Bidik SBY Lewat Kasus Antasari

Setelah Patrialis, Giliran Jokowi Bidik SBY Lewat Kasus Antasari

Sketsanews.com, Jakarta – Satu persatu, Pemerintahan Jokowi-JK dibersihkan dari para pejabat bekas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terbaru, Hakim MK, Patrialis Akbar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Patrialis diduga titipan SBY di MK dengan berbagai bukti pernyataannya yang kerap menyudutkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan berani menyebut Ahok sebagai pelaku penistaan agama.

Kali ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan tertutup dengan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar. Namun Jokowi tak mau banyak bicara soal pertemuan antara dirinya dengan Antasari pada Kamis (26/1) lalu. Jokowi menutup rapat-rapat pembicaraan antara keduanya.

Informasi yang disampaikan oleh Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (28/1/2017), saat ditanya, Jokowi enggan membeberkan apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Jakarta tersebut.

“Mau tahu saja,” kata Jokowi tersenyum sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya. Hal itu terjadi saat Jokowi menemui wartawan usai bersilaturahmi dengan pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang, Jumat (27/1/2017).

Reaksi yang sama juga ditunjukkan oleh Antasari Azhar. Antasari bungkam, tak mau bicara soal pertemuan tersebut. Dia hanya menempelkan telunjuk ke bibirnya.

 

“”Sst…!” kata Antasari.

Berkali-kali ditanya wartawan, berkali-kali pula dia menjawab dengan gaya yang sama. “Sst..,” katanya sambil menempelkan telunjuk ke bibirnya.

Pertemuan Antasari dan Jokowi terjadi sehari setelah Antasari mendapatkan grasi dari Jokowi. Keppres soal permohonan grasi Antasari sudah diteken Presiden dan dikirim ke PN Jakarta Selatan pada Senin (23/1). Dengan dikabulkanya grasi tersebut, maka kini Antasari telah mendapat bebas murni.

Membidik SBY Lewat Kasus Antasari

Ketika Antasari dinyatakan bebas bersyarat, ia pernah berjanji kepada keluarga Direktur Utama PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari berjanji akan membuka dalang dibalik kasus kriminalisasi yang menimpa dirinya.

“Kami keluarga almarhum mengharapkan Antasari untuk komitmen dengan janjinya. Janjinya dia adalah pada saat pertemuan saya dengan dia di LP saat menjenguk beliau dalam proses mengungkapkan siapa dalang di balik pembunuhan,” jelas adik Nasrudin, Andi Syamsuddin Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/11/2016) lalu.

Usai menghadiri acara Ulang Tahun ke 70 Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki pada 23 Januari lalu, Antasari blak-blakan sindir SBY agar mau membongkar kasus yang dulu menjeratnya.

“Saya justru minta bantu SBY. Kalau beliau ingin cuit-cuitan, bantu ungkap kasus saya. SBY bongkar kasus saya. Siapa pelaku sesungguhnya,” kata Antasari.

Antasari juga menegaskan bahwa negara saat ini tidak kacau seperti yang disampaikan SBY dalam akun Twitternya.

“Kapan negara ini kacau. Orang enggak kacau, kok,” ujar Antasari.

Menurut Antasari, dengan cuitan SBY di Twitter yang menyebut bahwa saat ini negara kacau karena penyebar kabar bohong atau hoax merajalela justru membuat masyarakat khawatir.

“Mengganggu dan bikin waswas masyarakat kalau negara kita kacau segala macam,” ucap Antasari sebagaimana dikutip dari Zonasatu.

Dari berbagai pernyataan Antasari dan sinyal pemerintahan Jokowi, terbaca bahwa SBY tengah dibidik dengan jeratan berbagai kasus. Diantaranya, kasus Century, Pembunuhan Munir, Kasus Skandal Pajak, Petral, dan kasus kriminalisasi Antasari.

Melalui kasus Antasari yang telah terbukti rekayasa, akan mampu menjerat SBY dengan kasus-kasus lainnya.

(Tri)

%d blogger menyukai ini: