Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Politik, Video Geger Video PKI, Antara Kepala Staf Kepresidenan dengan Ustadz Alfian Tanjung

Geger Video PKI, Antara Kepala Staf Kepresidenan dengan Ustadz Alfian Tanjung

Sketsanews.com -Gara-gara ceramah-ceramah Ustadz Alfian Tanjung menyinggung soal Partai Komunis Indonesia (PKI), Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan Alfian Tanjung ke Bareskrim Polri.

“Kami melaporkan seseorang yang bernama Alfian Tanjung yang memberikan beberapa pernyataan di beberapa tempat yang mengatakan klien kami, Bapak Teten Masduki, adalah PKI dan juga mengatakan kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi sarang PKI,” ujar Ifdhal Kasim -pengacara Teten Masduki-, setelah melapor di Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017), mengutip dari Pojoksatu.

Pernyataan Alfian soal paham komunis dan kegiatan PKI itu sudah mendelegitimasi institusi yang berada langsung di bawah presiden. Tudingan soal PKI itu merusak peran KSP, yang ikut mengelola strategi program pemerintahan.

“Kita melihat ada usaha-usaha yang serius secara pelan-pelan, ya, mengganggu kehidupan demokrasi yang didasarkan pada Pancasila ini. Karena kita melihat ada upaya sistematis ke arah sana, maka klien kami mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum ini,” tegasnya.

Dalam ceramah yang videonya tersebar di YouTube, Alfian Tanjung menyebut Teten Masduki sebagai komunis. Bahkan pihak Istana Kepresidenan juga dituding kerap melakukan rapat soal PKI setiap pukul 20.00 WIB sejak Mei 2016.

Teten mengaku somasi tersebut telah dilayangkan kepada Alfian Tanjung dua pekan lalu. Namun hingga kini Alfian belum merespons somasi tersebut.

“Saya sudah kirim somasi sejak dua minggu lalu. Kami minta Ustadz Alfian menarik ucapannya dan minta maaf. Karena saya kira mungkin juga yang bersangkutan menerima informasi yang salah. Jadi tidak benarlah setiap jam 8 malam, tidak adalah pertemuan-pertemuan itu. Jelas saya bukan kader PKI. Tapi yang bersangkutan belum merespons hingga saat ini,” kata Teten kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/1/2017), mengutip dari Detik.

Tanggapan Ustadz Alfian Tanjung terkait Somasi Teten Masduki

Teten mengaku sudah melayangkan somasi itu sejak 2 pekan lalu. Namun Ustadz Alfian Tanjung yang dikonfirmasi detikcom mengaku belum menerima somasi dari Teten tersebut.

“Kalau dibilang 2 minggu ini saya belum ada terima apa-apa. Saya tahu baru tadi sore. Itu pun diberi link sebuah berita oleh anak saya,” kata Ustadz Alfian saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (24/1/2017).

Alfian malah mengaku heran Teten baru mempersoalkan ceramahnya tersebut sekarang. Padahal ceramah itu sudah disampaikan sudah delapan bulan yang lalu.

“Saya itu bicara sudah 8 bulan yang lalu, nggak pernah berhenti saya bicara di Solo, saya bicara di Klaten saya bicara di Sragen saya bicara di berbagai tempat. Ke mana saja, gue (saya) sudah ngomong 8 bulan baru sekarang pakai somasi,” ujar Alfian.

“Nggak mungkin dong sistem informasi kenegaraan nggak cepat menangkap itu. Ke mana saja 8 bulan dibiarin Alfian,” sambungnya.

Dia pun mengaku tidak masalah jika nantinya hal itu akan dibawa ke tingkat yang lebih serius oleh pihak istana. Dia mengaku akan kooperatif. “Dilaporkan ya bagus, nanti kan ditangkap, bikin BAP. Nanti saya disidang, begitu lebih enak,” ungkap Alfian.

Video ceramah ustadz Alfian Tanjung tentang PKI dan membeber daftar 10 tokoh PKI sangat menohok

Salah satu video ceramah ustadz Alfian Tanjung yang sangat menohok, yakni ketika membeberkan daftar 10 tokoh PKI yang cukup terkenal. Sebagian besar dari tokoh-tokoh yang disebut Alfian Tanjung itu merupakan anggota DPR RI dan pejabat negara.

Ceramah itu disampaikan Alfian Tanjung di Solo dan diunggah ke Youtube pada 24 Desember 2016 oleh akun islam channel 01. Video tersebut berdurasi 52 menit 16 detik.

Hingga Minggu (29/1/2017) video tersebut sudah dilihat 940,876 kali. Dalam video tersebut, Alfian Tanjung mengawali ceramahnya dengan mengutip pernyataan kader PKI bernama Sudisman sebelum dihukum mati

“Dia (Sudisman) mengatakan, jika saya mati, sudah tentu bukan berarti PKI ikut mati bersama dengan kematian saya. Tidak, sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya bersifat sementara. Dan dalam peran sejarah nanti, PKI akan tumbuh kembali, sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman,” ujar Alfian Tanjung mengutip pernyataan Sudisman.

Menurutnya, pernyataan masa lalu Sudisman menjadi bebab bagi Alfian Tanjung sebagai generasi tengah karena dia sendiri tidak mengalami keganasan PKI tahun 1965. Alfian gelisah karena sampai saat ini sudah muncul AD/ART PKI.

“Kalau yang mengerti organisasi, maka tidak bisa dipungkiri lahirnya sebuah AD/ART adalah merupakan produk dari pembahasan berskala nasional. Artinya, PKI telah melakukan pertemuan-pertemuan yang sangat intens, termasuk di Solo,” tambah Alfian Tanjung.

Alfian juga mengingatkan agar umat Islam waspada. Sebab, 87 persen sertifikat tanah di Jakarta sudah di tangan kaum nasrani dan kader-kader PKI. Di Tangerang Raya, kata dia, 84 persen sertifikat tanah sudah dikuasai. Di Majalengka sudah 68 persen dan di Ponorogo penguasaan tanah oleh musuh-musuh Islam sudah 75 persen.

Menurut Alfian Tanjung, target utama para kader PKI saat ini adalah pencabutan TAP MPRS nomor 25 tahun 1966.

“Jika TAP MPRS nomor 25 tahun 66 dicabut, maka yang dinyatakan bersalah adalah lawan PKI. Kan gini, PKI dinyatakan bersalah, lalu kelur TAP MPRS. Nah kalau TAP MPRS dicabut, berarti PKI tidak salah, yang salah adalah musuh PKI. Siapa musuh PKI? ulama dan (TNI) Angkatan Darat,” tambah Alfian Tanjung.

 

 

Inilah video Ustaz Alfian Tanjung yang membeberkan nama-nama tokoh PKI di Istana dan DPR:

 

(in)

%d blogger menyukai ini: