Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Polda Bali Ancam Jemput Paksa Munarman FPI

Polda Bali Ancam Jemput Paksa Munarman FPI

Munarman (duta.co/dok)

Sketsanews.com,  Bali – Polda Bali mengancam akan menjemput paksa juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman jika tidak menghiraukan surat panggilan pemeriksaan hingga tiga kali.

Rencananya hari ini, Senin (30/1) Munarman akan diperiksa Polda Bali. Namun, hingga surat panggilan pertama dikirim pada 24 Januari lalu, Munarman tidak memberikan tanggapan apa pun.

Kabid Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja menjelaskan bila surat panggilan pertama tidak diindahkan, penyidik akan mengirimkan surat panggilan kedua. Bila surat panggilan kedua juga tidak diindahkan, penyidik akan mengirim surat panggilan ketiga.

“Bila semuanya tidak diindahkan, akan dilakukan jemput paksa. Ini negara hukum. Semua orang harus diperlakukan sama di depan hukum,” ungkap Hengky di Denpasar.

Pemanggilan Munarman ke Polda Bali tersebut diperlukan untuk pemeriksaannya sebagai saksi atas kasus dirinya yang diduga telah menghina pecalang atau petugas keamanan adat Bali dalam siaran di salah satu stasiun TV nasional beberapa waktu lalu.

Munarman lalu dilaporkan puluhan perwakilan dari lima elemen masyarakat Bali pada Senin (16/1). Kelima elemen tersebut ialah Perguruan Sandi Murti, Laskar Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali, Nahdlatul Ulama (NU) Bali, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Badung, dan beberapa tokoh Bali lainnya.

Ketua GP Ansor Badung Imam Buchori menyatakan ikut melaporkan Munarman ke Polda Bali terkait dengan pemfitnahan terhadap pecalang yang dituduh melempari dan melarang umat muslim salat Jumat di Bali.

Menurut dia, justru pecalang ikut menjaga keamanan terhadap umat beragama, termasuk umat Islam yang sedang menggelar salat. “Banyak acara agama di Bali yang melibatkan pecalang. Ini simbol toleransi,” ujarnya, seperti dilansir dari duta.co

Ditambahkannya, GP Ansor Bali meminta dan memesan umat di Bali dari umat muslim maupun agama lainnya agar tidak terpengaruh.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: