Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Kini Calon Rektor PTN Wajib Laporkan Harta Kekayaan.

Kini Calon Rektor PTN Wajib Laporkan Harta Kekayaan.

ANTARA

Sketsanews.com, Yogyakarta — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir, Senin (30/1), meluncurkan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2017. Peraturan itu menjadi panduan dalam pengangkatan dan pemberhentian pemimpin di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Di depan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2017 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Nasir mengemukakan, dalam peraturan tersebut mempersyaratkan masing-masing bakal calon rektor wajib untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini, ujar Menristek Dikti, dimaksudkan untuk mewujudkan pengelolaan perguruan tinggi yang bersih.

“Rekomendasi KPK terkait LHKPN akan menentukan apakah orang itu bisa maju menjadi calon atau tidak,” kata Nasir saat peluncuran peraturan baru tersebut.

Peraturan baru itu diluncurkan dalam Rakernas Kemenristekdikti 2017 bertema ‘Perkuat Sinergi Ritek dan Dikti Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa’.

Dalam penelusuran rekam jejak calon rektor, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan lembaga atau instansi pemerintah lainnya. Apabila terdapat calon dengan rekam jejak tidak baik, dilakukan proses penjaringan atau penyaringan ulang.

“Komisi Aparatur Sipil Negara akan mengawasi semua tahapan pemilihan rektor,” jelasnya.

Kemenristek Dikti, tambah Nasir, juga akan melakukan pengawalan terhadap para calon rektor saat penyampaian visi-misi. Penyampaian visi-misi dan program kerja bakal calon nantinya akan dihadiri menteri atau perwakilan kementrian.

Sebagaimana dilansir Media Indonesia, dalam peraturan baru ini juga disebutkan bahwa hak suara menteri dalam pemilihan rektor PTN masih tetap sebesar 35% suara. Penggunaan 35% hak suara menteri melalui pertimbangan tim penilai kinerja.

“Hak suara menteri tidak berubah, masih 35% suara dalam pemilihan rektor PTN,” kata Nasir.

(Ad).

%d blogger menyukai ini: