Sketsa News
Home Berita Terkini, News Selundupkan Shabu, Satu Divonis Mati, Tujuh Seumur Hidup

Selundupkan Shabu, Satu Divonis Mati, Tujuh Seumur Hidup

Sketsanews.com, Serang – Muhammad Adam alias Adam, 44, satu di antara delapan terdakwa penyelundup shabu seberat 54 kg dan 40.894 butir ekstasi divonis mati majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (30/1) malam. Tujuh rekannya divonis pidana seumur hidup.

Putusan ini sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon. Sidang dipimpin oleh majelis hakim Sumantono bersama dua hakim anggota Muhammad Ramdes dan Yusriansyah. Pada persidangan ini, delapan terdakwa diadili secara bergantian.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Adam alias Adam dengan pidana mati. Menyatakan barang bukti dari huruf a sampai dengan huruf k dirampas untuk dimusnahkan,” kata Sumantono dalam sidang yang dihadiri oleh JPU Kejari Cilegon Wandy Batubara dan Endo Prabowo.

Menurut majelis, perbuatan terdakwa Muhammad Adam bersama tujuh terdakwa lain yakni Ridwan alias Wawan, Hasrianto alias Papi, Syahrir alias Ucok, Hasdavid alias David, Romi Rinaldi, dan Denny Satria serta Ade Madya Hermawan alias Billa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang yang sama.

“Menyatakan terdakwa Muhammad Adam alias Adam terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk menjual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu, percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika,” tegasnya.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Muhammad Adam yang diadili dengan didampingi pengacaranya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Sikap yang diambil oleh terdakwa Muhammad Adam sama dengan sikap yang diambil oleh Ucok, Hasdavid alias David dan Romi Rinaldi. Sedangkan empat terdakwa lainnya menyatakan pikir-pikir.

Sementara JPU Kejari Cilegon menyatakan pikir-pikir untuk semua putusan majelis hakim meskipun sudah sesuai dengan tuntutan. “Kami pikir-pikir yang mulia (menyebut hakim),” kata JPU Wandy Batubara.

Untuk diketahui, delapan terdakwa penyelundupan 54 kilogram sabu-sabu dan 4.894 pil ekstasi adalah pengedar narkotika jaringan Malaysia itu terancam hukuman mati. Kedelapan terdakwa ini ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Mei 2016 lalu di sejumlah lokasi. Dikutip dari Poskota.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: