Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Larang Merokok di Balkon, Cara Ekstrem Kurangi Perokok di Finlandia

Larang Merokok di Balkon, Cara Ekstrem Kurangi Perokok di Finlandia

Foto:ilustrasi/thinkstock

Sketsanews.com, Jakarta – Finlandia bisa jadi salah satu negara yang paling sukses menekan angka perokok di dunia. Saat ini, jumlah perokoknya kurang 2 persen saja. Namun ini dirasa belum cukup.

Pemerintah setempat menargetkan Finlandia benar-benar terbebas dari asap rokok pada tahun 2040 mendatang. Untuk itu kini mereka tengah berupaya menggencarkan upaya untuk betul-betul menghilangkan 2 persen tadi.

Untuk mencapai taraf ini sendiri, Finlandia butuh waktu lebih dari 10 tahun. Dimulai dengan pelarangan berbagai iklan rokok di media massa maupun billboard di jalanan. Kemudian pemerintah juga membuat lebih banyak ruang publik yang bebas asap rokok.

Namun per 2017, Finlandia berencana melakukan pendekatan yang lebih revolusioner. Kaari Paaso, kepala unit pencegahan bahaya dari Ministry of Health and Social Affairs menegaskan, pihaknya ingin membasmi segala jenis produk tembakau.

Seperti halnya di Swedia, kebijakan pengurangan perokok dilakukan dengan memperkenalkan snus, sejenis rokok namun tanpa asap. Sedangkan di Inggris, upaya pengurangan ini dilakukan dengan memperbolehkannya rokok elektrik untuk membantu masyarakat berhenti menghisap rokok konvensional.

Namun Finlandia tak mau terjebak dalam kebijakan seperti ini. Pertama, mereka menaikkan pajak bagi toko yang menjual rokok atau produk tembakau lainnya. Cara ini dianggap para pakar paling efektif untuk mengurangi angka perokok di berbagai tempat.

Setiap toko yang ingin menjual rokok harus mengajukan proposal perizinan dan membayar biaya perizinan tersebut. Ini belum termasuk biaya tambahan yang harus dibayarkan tiap tahun. Biaya tambahan ini digunakan untuk membayar uang lembur pegawai pemerintah yang bertugas mengawasi mereka.

Akan tetapi justru biaya tambahan inilah yang paling mahal karena dihitung per kasir. Biayanya sendiri bisa lebih dari 500 dollar AS (Rp 6,6 juta) untuk setiap kasirnya setiap tahun. Jadi bila ada toko dengan 10 kasir, maka mereka bisa saja membayar lebih dari 5.000 dollar AS (Rp 66 juta) pertahun.

“Jadi biayanya cukup mahal hanya untuk bisa mendapatkan ijin menjual produk ini,” kata Paaso.

Menariknya, Finlandia juga memiliki kebijakan lain yang unik. Mulai tahun ini, pemerintah melarang seseorang merokok di balkon rumah orang lain jika keberadaan mereka dirasa mengganggu si pemilik rumah maupun tetangganya, terutama jika asap pembakaran rokoknya kemana-mana.

“Kebijakan ini tergolong baru dan belum pernah ada, karena kebanyakan negara melakukan pelarangan di area publik tapi kami sudah merambah ke area privat,” lanjut Paaso.

Penduduk Finlandia tak lagi diperkenankan menghisap rokok di mobil jika ada penumpang berusia 15 tahun ke bawah di dalamnya, tak peduli meski itu adalah kendaraan pribadi mereka.

Untuk mencegah pengenalan rokok pada generasi muda, pemerintah juga membatasi penjualan berbagai produk yang mirip rokok seperti permen atau cokelat yang berbentuk seperti rokok.

“Begitu pula dengan rokok elektrik. Per Agustus, produk ini mendapatkan pembatasan seperti rokok seperti penetapan batasan usia pembeli dan cairan rasa pada rokok elektrik juga tidak boleh dijual lagi,” ungkap Paaso, seperti dilansir dari detikcom.

Berkat upaya-upaya tersebut, WHO pun mengakui Finlandia sebagai negara pertama di dunia yang memiliki target untuk ‘membasmi’ perokok berikut peredaran produknya secara menyeluruh.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: