Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Perokok yang Ingin Berhenti Merokok Perlu Pendampingan

Perokok yang Ingin Berhenti Merokok Perlu Pendampingan

Pembatasan merokok bagi anak-anak (ilustrasi).

Sketsanews.com, Yogyakarta – Para perokok aktif yang ingin berhenti merokok perlu pendampingan agar mereka lebih termotivasi. Hal itu diungkapkan Direktur Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Winny Setyonugroho.

“Berdasarkan penelitian, hanya 10 persen perokok aktif yang sukses berhenti merokok tanpa didampingi. Dengan pendampingan diperkirakan jumlah persentasenya lebih tinggi,” katanya di Yogyakarta, Rabu (1/2).

Pada pelatihan “Quit Now Stop Smoking Program”, Winny mengatakan pendampingan perlu dilakukan agar para perokok aktif dapat segera berhenti merokok. Dengan demikian akan mengurangi jumlah perokok aktif.

“Jumlah perokok aktif di Indonesia yang cukup banyak tentu berdampak pada kesehatan penduduk secara keseluruhan. Oleh karena itu mengurangi jumlah perokok aktif merupakan hal penting yang perlu dilakukan,” katanya.

Wakil Direktur MTCC UMY Dianita Sugiyo mengatakan dalam pelatihan yang berlangsung hingga 3 Februari 2017 itu, para peserta dibekali tujuh langkah untuk berhenti merokok.

Tujuh langkah itu, antara lain bersiap untuk berhenti, waktunya untuk berhenti, menaklukkan kecanduan nikotin, memilih kebiasaan baru, hidup bebas dari asap rokok, tetap berhenti, dan menang seumur hidup.

“Program itu adalah program pelatihan untuk konselor klinik berhenti merokok, bekerja sama dengan HELP Foundation di Asian Aid di Australia. Pembicaranya dari Australia dan ada beberapa dokter dari Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan para peserta berasal dari unsur universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan, dan Dinas Kesehatan.

Dalam pelatihan itu, peserta yang merupakan para konselor di klinik berhenti merokok diimbau untuk memandu para perokok agar bisa berhenti merokok. Penanganan yang dilakukan juga beragam tidak hanya dari segi medis, tetapi juga ada terapi perilaku.

Ia mengharapkan para peserta bisa menyebarkan pengetahuannya ke konselor lain karena memang metodenya banyak sekali dan MTCC sudah beberapa kali mengadakan serial untuk konselor klinik berhenti merokok dengan materi yang berbeda.

“Materi untuk pelatihan kali ini ada terapi komunikasi, ‘seven step quit smoking’ dari Australia. Kami selalu ‘meng-update’ peserta, yang dahulu mungkin pernah ikut bisa melengkapi metode untuk menolong para perokok untuk berhenti,” katanya, dilansir dari republika.co.id

(Fya)

%d blogger menyukai ini: