Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Masjid di AS Terbakar, Umat Yahudi Pinjamkan Sinagoga Untuk Salat

Masjid di AS Terbakar, Umat Yahudi Pinjamkan Sinagoga Untuk Salat

Sketsanews.com, TEXAS – Umat Yahudi di Texas, AS, meminjamkan sinagoga kepada umat muslim setempat untuk beribadah usai sebuah masjid setempat terbakar.

Pada 29 Januari lalu, sebuah masjid di daerah tersebut, Islamic Centre of Victoria, habis dilahap api yang butuh waktu empat jam untuk bisa dipadamkan.

Akibatnya, muslim AS di daerah Victoria, Texas, AS, kehilangan tempat untuk melakukan salat berjemaah dan kegiatan ibadah lainnya.

Sebagai rasa simpati, umat Yahudi setempat kabarnya meminjamkan sinagoga mereka untuk dijadikan tempat beribadah sementara bagi muslim setempat.

“Sejumlah anggota komunitas Yahudi ke rumah saya dan memberikan saya kunci pintu sinagoga mereka,” kata Pengurus Islamic Centre of Victoria, Shahid Hashmi.

Umat dari Temple Bnai Israel menjadi komunitas pertama yang menawarkan tempat ibadah mereka untuk digunakan kapanpun oleh muslim setempat.

“Saya memang sudah kenal beberapa jemaah masjid itu dan kami turut berduka dengan mereka,” ucap Kepala Temple Bnai Israel Robert Loeb.

Menurutnya, sinagoga yang biasanya menjadi tempat ibadah bagi sekitar 30 warga Yahudi itu mampu menampung sekitar 100 muslim yang ada di daerah itu.

Inisiatif itu kemudian diikuti oleh jemaat nasrani dari empat gereja setempat, yang turut menawarkan gereja mereka kepada jemaah muslim di sana.

Umat antaragama di daerah itu beramai ramai menyampaikan aksi solidaritas terhadap muslim setempat yang kehilangan masjidnya.
Di depan masjid yang terbakar itu, sejumlah warga membawa papan bertuliskan pesan-pesan solidaritas, yang beberapa dikutip dari ayat-ayat kitab suci masing-masing.

Warga setempat juga sempat menggalang dana pembangunan ulang masjid tersebut melalui situs galang dana online GoFundMe.

Dalam sehari saja, upaya galang dana tersebut bisa mengumpulkan donasi sebesar 850 ribu dolar AS, alias sekitar Rp 11 miliar.

Seorang warga muslim AS yang menjadi inisiator penggalangan tersebut, Omar Rachid, merasa bersyukur atas dukungan “luar biasa” melalui donasi tersebut.

“Doa, rangkulan, uluran tangan, dan sumbangan dana ini menjadi contoh bagaimana semangat AS yang sejati itu,” demikian kata Omar Rachid.

Insiden kebakaran itu terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait pembatasan pengungsi dan imigran ke AS. Dikutip dariTribunnews.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: