Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Geledah Rumah Terduga Teroris Winarno, Densus Amankan Barang Bukti

Geledah Rumah Terduga Teroris Winarno, Densus Amankan Barang Bukti

sketsanews.com, Jawa Tengah – Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang dibantu anggota Polres Boyolali, Jawa Tengah, mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan di rumah terduga teroris Winarno di RT 01 RW 03 Dukuh Banyodono, Desa Banyudono. Densus bersama Tim Inafis dan Satuan Brimob saat melakukan penggeledahan di rumah Winarno warga RT 01 RW 03 Dukuh Banyodono, Desa Banyudono Boyolali, mengamankan sejumlah buku, VCD, dan sebuah laptop.

Wakil Kepala Polres Boyolali Kompol Zulfikar Iskandar di lokasi penggeledahan, saat dikonfirmasi membenarkan setelah tim Gegana Satuan Brimob melakukan penyisiran kemudian dilakukan penggeledahan.

“Polisi pada penggeledahan di rumah terduga teroris yang pertama Winarno, mengamankan sebanyak 19 buku soal jihat, VCD, dan sebuah laptop yang beum diketahui apa isinya,” kata Zulfikar, dilansir Antara, Jumat (3/2).

Polisi setelah melakukan penggeledahan di rumah pertama kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah terduga teroris Murjianto (27) RT 03 RW 04 Dukuh Kunden, Desa Banyudono atau tidak jauh dengan rumah Winarno atau sekitar 250 meter.

Menurut Zulfikar, polisi melakukan penggeledahan di rumah Murjianto sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.15 WIB. Sujimo (57) warga setempat mengatakan dirinya mengenal Murjianto yang rumhanya tidak jauh dari rumahnya. Dia sering mendatangin kumpulan RT setiap bulan. Dia menang asli warga Kunden Banyudono, dikutip dari Merdeka.com.

Menyinggung soal kegiatan Murjianto, kata dia, sering mengadakan pengajian -pengajian dengan kelompoknya, di desa. Namun, dia di desa biasa-biasanya saja.

Kepala Polres Boyolali, M Agung Suyono mengungkapkan, dua terduga tersebut yakni Winarno dan Murjianto tersebut ditangkap di Minggiran, Desa Denggungan Kecamatan Banyudono Boyolali, pada Kamis (2/2) siang oleh Tim Densus 88.

Menurut Agung Suyono kedua terduga teroris tersebut ditangkap, karena terlibat jaringan Jamaah Neo Islamiyah. Jaringan Jamaah Neo Islamiyah ini, diketahui sebagai salah satu jaringan terorisme.

Kapolres menjelaskan kedua terduga teroris tersebut mempunyai peran mengetahui struktur organisasi bidang sarana prasarana, dan logistik.

Oleh karena itu, Densus yang dibantu anggota Polres Boyolali melakukan penggeledahan di rumah masing-masing terduga teroris guna mencari adanya bahan-bahan peledak atau lainnya, untuk dijadikan barang bukti. Karena, keduanya mengetahui soal logistik. [As]

%d blogger menyukai ini: