Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News NEWS STORY: Ketika Siliwangi Menciduk Soeharto yang Disangka Simpatisan PKI

NEWS STORY: Ketika Siliwangi Menciduk Soeharto yang Disangka Simpatisan PKI

Letkol Soeharto (Foto: IPPHOS)

Sketsanews.com, Jakarta – Pasukan Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) merupakan satu dari sejumlah kesatuan tentara republik di masa revolusi fisik 1945-1949 yang paling besar ujian perjuangannya. Mulai dari memerangi Belanda hingga “saudara” sendiri (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dan Front Demokrasi Rakyat).

Pernah satu ketika, kesatuan petarung maung yang lahir 20 Mei 71 tahun silam (1946) itu pernah menangkap Letkol Soeharto yang kelak jadi Presiden kedua RI. Soeharto ditangkap di Solo oleh Siliwangi lantaran disangka perwira TNI simpatisan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Kala itu di Solo, memang banyak tentara yang terhasut, terpengaruh dan terafiliasi dengan PKI yang membentuk FDR. Terlebih ketika terjadi kesalahpahaman sampai menimbulkan baku tembak berskala besar antara Pasukan Siliwangi vs Pasukan Panembahan Senopati akibat ulah PKI.

Sementara Letkol Soeharto yang memang melakukan “kunjungan” ke Madiun setelah merebaknya isu Republik Soviet di Madiun, sepulangnya ke Yogya melewati Solo justru dicegat dan ditangkap Pasukan Siliwangi yang tengah berjaga di pos dekat Jembatan Jurug, Solo.

Letkol Soeharto sempat disangka perwira TNI simpatisan PKI yang kebetulan namanya sama. Yakni (Mayor) Soeharto juga, salah satu perwira asal Solo yang memang berafiliasi dengan PKI.

“Sewaktu saya kembali dari Jawa Timur, persis di Jembatan Jurug Solo, saya ditahan, lalu di bawa ke pos Siliwangi. Saya dilucuti, senjata saya diambil. Ternyata karena nama saya Soeharto, saya dikira Mayor Soeharto dari batalion di Solo,” beber Soeharto dalam autobiografinya, ‘Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya’.

Soeharto mengaku diinterogasi dan ditahan 3 hari lamanya di markas Siuliwangi di Kantor Wali Kota Solo. Beruntung, kemudian muncul perwira Siliwangi Kolonel Sadikin yang mengenalinya. Soeharto pun dibebaskan.

Lho, mengapa kamu di sini?,” tanya Kolonel Sadikin.

“Saya sendiri tidak tahu mengapa saya ditahan di sini,” jawab Soeharto.

“Dia teman kita. Letnan Kolonel Soeharto dari Yogya,” seru Kolonel Sadikin pada anak buahnya, seraya memerintahkan Soeharto dibebaskan dan senjatanya dikembalikan. Dinukil dari Okezone.com.

(Sh)

%d blogger menyukai ini: