Sketsa News
Home Berita Terkini, Nasional, News Usai Culik 4 Ustadz & Aktivis Islam di Jateng, Densus 88 Sita Peralatan Kemping & Kompor di Masjid Abu Bakar Weleri

Usai Culik 4 Ustadz & Aktivis Islam di Jateng, Densus 88 Sita Peralatan Kemping & Kompor di Masjid Abu Bakar Weleri

Sketsanews.com – Densus 88 Antiteror Polri kembali menculik 4 orang ustadz dan aktivis Islam di Kabupaten Temanggung dan Kendal, Jawa Tengah (Jateng) pada Ahad (18/6/2017) pagi. Mereka adalah ustadz Zami’in, ustadz Fauzan al-Mubarok, Purwanto dan Rohani

Selain mengamankan 4 orang itu, Densus 88 juga menyita berbagai jenis barang bukti tanpa disertai dengan surat penyitaan. Barang bukti itu mulai dari buku-buku jihad, bahan kimia, perlengkapan survival pencinta alam atau alat kemping sampai bendera bertuliskan ‘Laa ilaaha illallaah’.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarot Padakova menegaskan, usai ditangkap, mereka kemudian dimintai keterangan. Berdasarkan informasi, dilakukan penggeledahan di rumah masing-masing terduga teroris dan Masjid Abu Bakar yang berada disamping rumah ustadz Zami’in.

“Banyak barang bukti yang diamankan. Penggeledahan selain dilakukan oleh Tim Densus 88 juga diikuti oleh Tim Inavis dan jajaran Polres Kendal,” tegas Djarot.

Di Kendal, Densus 88 menyita berbagai barang yang diklaim sebagai barang bukti diantaranya; 9 Unit HP merek samsung, asus (2 buah), Nokia dan merk China yang tidak terkenal.

“Ada juga dokumen Yayasan Abu Bakar beserta cap dan stempel. Termasuk buku-buku Tauhid dan Jihad. Itu ditemukan Z warga Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Sedangkan di Masjid Abu Bakar Weleri, Kabupaten Kendal Densus 88 menyita tas berisi bahan kimia, peralatan kemping, kompor lapangan, peralatan mandi, obat-obatan, buku bertuliskan nomor rekening, buku-buku tentang jihad. Kemudian, sleeping bad dan tenda.

“Kemudian di rumah terduga teroris R di Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal ditemukan barang bukti berupa gerenda alat pemotong besi, alat las, kikir, bendera merah putih bertuliskan ‘Laa ilaaha illaallaah’,” katanya.

Djarot menjelaskan, saat penggeledahan di rumah terduga teroris AZ alias F alias F di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, tim Densus 88 Mabes Polri menemukan 2 buah laptop, 3 buah HP, 4 buah flashdisk.

“Juga berbagai jihad buku seperti; buku ‘Salafi Pengkhianat’, buku ‘Ritual Ibadah’, buku Sara Aqidah’, buku ‘Al Milal Wal Al Mihal’, buku ‘Melumpuhkan Senjata Syetan’, buku buku ‘Olo Baqiah’, buku absensi pengajian malam ahad, buku Kitab Al Qowah Wal Amaliyah, buku Kitab Takziatul Nufus dan buku Tsawabit Mutaghayyirat,” tambah dia.

Djarot menambahkan, proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih sekira lima jam.

“Setelah dilakukan penggeledahan hingga pukul 11.30 WIB, saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan pendalaman terhadap ketiga teroris tersebut,” pungkasnya.

Mereka yang diambil Densus 88 diduga merupakan jaringan dari teroris kelompok Kota Semarang yang beraksi di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dugaan itu didasarkan pada ditemukannya barang bukti berupa tas milik pelaku teroris yang beraksi di Tuban berinisial MM di Masjid Abu Bakar, Kabupaten Kendal.

Terduga teroris MM meninggal usai beraksi di Tuban setelah ditembak Densus 88 saat dalam pengejaran di hutan.

Masjid Abu Bakar juga terletak tidak jauh dari tempat tinggal Rohani di Dusun Bumen, Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Tim Densus 88 melakukan penggeledahan masjid usai menggeledah rumah R.

Tas berwarna hitam itu berisi bahan kimia, peralatan kemping, kompor lapangan, peralatan mandi, obat-obatan, buku-buku jihad, kartu identitas Sapala (organisasi pecinta alam) milik MM serta tas hitam berisi pakaian.

“Iya. Masih dilakukan pemeriksaan pendalaman oleh Tim Densus 88 Mabes Polri soal itu,” ungkap Djarot. [Boy/mrd]

 

(in)